Samsung Gagal Produksi Chip Snapdragon Qualcomm, Ini Penyebabnya

Khadijah Shahnaz Fitra
Selasa, 14 Maret 2023 | 17:28 WIB
Snapdragon 888 5G Mobile Platform. /qualcomm.com
Snapdragon 888 5G Mobile Platform. /qualcomm.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Samsung akan memulai memproduksi massal chipset 4nm generasi ketiga. Kabar produksi ini muncul setelah Samsung kalah bersaing dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk memproduksi chipset Snapdragon pesanan Qualcomm.

Dilansir dari GSMArena, Selasa (14/3/2023), Samsung Semiconductor menerima lampu hijau untuk melanjutkan produksi massal chipset 4nm generasi ketiga, demikian diungkapkan sumber dari Korea.

Perusahaan ini berhasil mencapai hasil wafer (sirkuit terintegrasi yang telah diukir pada chip silikon) yang memuaskan dari chipset generasi baru yang akan membantu menurunkan konsumsi daya.

Proses produksi diperkirakan akan dimulai pada akhir semester I/2023 yaitu tiga bulan lagi. Sebelumnya hasil produksi satu wafer Samsung sangat rendah di pabrik Hwaseong, hal ini pun yang mendorong perusahaan chip seperti Qualcomm untuk mengontrak Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), untuk platform 4nm.

Perusahaan Taiwan tersebut memiliki sekitar 70-80 persen wafer yang dapat digunakan, sementara Samsung hampir tidak berhasil mencapai 60 persen, dan karena wafer dibayar oleh perusahaan pembuat dalam hal ini Qualcomm.

Hal ini pun mengakibatkan Qualcomm memilih TMSC dengan lebih sedikit limbah produksi. TMSC pun akan memproduksi chipset untuk Snapdragon 7+ Gen 1.

Baru - baru ini pun, berdasarkan laporan dari Korea Herald, Selasa (14/3/2023), Samsung merekrut veteran TMSC Lin Jun-cheng yang ditunjuk sebagai Wakil Presiden Senior Tim Pengemasan Lanjutan, bagian dari divisi Solusi Perangkat.

Tugas mantan karyawan TMSC ini pun diperkirakan akan berfokus pada pertumbuhan teknologi pengemasan canggih, katalisator untuk meningkatkan chipset berkinerja tinggi.

Saat ini pun Samsung sedang menyiapkan teknologi chipset tercanggih juga yaitu 3nm. Chipset ini diperkirakan akan dipakai Apple untuk iPhone 15 pro.

Business Korea mengutip penelitian dari Counterpoint, yang mengungkapkan bahwa proses 4nm dan 5nm adalah yang paling banyak digunakan di perangkat seluler sebesar 22 persen, diikuti oleh chip 6nm dan 7nm sebesar 16 persen.

Produksi chip 4nm diperkirakan akan semakin meningkat di masa depan, karena Samsung dan TSMC sedang membangun pabrik di Amerika Serikat yang akan siap beroperasi pada 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper