IFG Life Capai Efisiensi Hingga 50 Persen Berkat Teknologi Cloud AWS

Sholahuddin Al Ayyubi
Kamis, 9 Maret 2023 | 23:55 WIB
Karyawan beraktivitas didepan logo IFG Life, Jakarta, Selasa (7/2/2023). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas didepan logo IFG Life, Jakarta, Selasa (7/2/2023). Bisnis/Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan asuransi jiwa IFG Life mengklaim telah berhasil melakukan penghematan hingga 50 persen setelah bertransformasi digital melalui cloud milik Amazon Web Services (AWS).

Direktur Operasional dan Teknologi Informasi IFG Life, Iskak Hendrawan mengatakan bahwa IFG Life bakal terus melakukan inovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital saat ini. 

Menurutnya, salah satu adopsi teknologi yang tepat adalah menerapkan teknologi cloud, sebagai salah satu ikhtiar IFG Life dalam melakukan digitalisasi. 

Kendati demikian, kata Iskak, untuk melakukan digitalisasi banyak hal yang harus diperhatikan.

“Jelas pertama itu adalah faktor keamanannya seperti apa, lalu ketersediaan, skalabilitas dan biaya,” tuturnya di sela-sela acara Akselerasi Bisnis Melalui Inovasi Digital di Jakarta, Kamis (9/3).

Selain itu, menurut Iskak, digitalisasi atau modernisasi IT itu perlu dilakukan oleh IFG Life agar tetap relevan dan bisa bersaing di pasar. 

Menurutnya, beberapa solusi dari AWS yang digunakan oleh IFG Life antara lain Amazon Elastic Compute Cloud, Amazon Simple Storage Service, Amazon Elastic Kubernetes Service dan Amazon Relational Database Service.

“Jadi secara keseluruhan, migrasi ke cloud itu adalah langkah yang sangat penting bagi IFG Life dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks dan meningkatkan kinerja sistem kami,” katanya.

Tidak hanya itu, solusi cloud dari AWS juga sudah siap mendukung inovasi pada industri media dan industri hiburan agar bisa bersaing dan semakin maju.

AWS APAC Head of Business Development, Media dan Entertainment, Shweta Jain berpandangan melonjaknya minat masyarakat pada layanan over the top (OTT) telah mendorong permintaan terhadap konsumen terhadap layanan yang lebih personal. 

Saat ini organisasi bisnis terus mencari cara baru untuk menghadirkan layanan video yang interaktif.

“Saat ini pelanggan media dan hiburan tengah menghadapi transformasi yang terjadi di seluruh industri, dan banyak perusahaan menanggapinya dengan merumuskan kembali cara mereka membuat konten, mengoptimalkan rantai pasokan media, dan bersaing untuk mendapatkan perhatian audiens di seluruh platform streaming, siaran, dan direct to consumer (D2C) atau langsung ke konsumen,” tutur Shweta.

Untuk membantu pelaku industri Media dan Hiburan, AWS kata Shweta telah menyelaraskan kapabilitas cloud yang paling sesuai dengan tujuan bisnis media dan hiburan dengan lima area solusi. 

Solusi ini untuk membantu pelanggan di sektor tersebut dalam bertransformasi antara lain produksi konten, rantai dan arsip pasokan media, siaran, D2C dan streaming dan ilmu data dan analitik. 

“Amazon IVS adalah layanan terkelola penuh yang memudahkan penyiapan streaming video langsung dan interaktif pada aplikasi web atau seluler hanya dalam beberapa menit,” kata Shweta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper