Ngeri! Badai PHK Industri Teknologi Telan 17.400 Korban Bulan Ini

Khadijah Shahnaz Fitra
Jumat, 17 Februari 2023 | 16:38 WIB
Ilustrasi perusahaan rintisan (startup) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)/Dice Insights
Ilustrasi perusahaan rintisan (startup) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)/Dice Insights
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badai perusahaan teknologi masih berlanjut di awal 2023. Beberapa raksasa teknologi di dunia sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya hingga Februari 2023.

Berdasarkan data dari Layoff.fyi, Jumat (17/2/2023) pada Februari 2023 saja, PHK di industri teknologi sudah mencapai 17.400 karyawan. Beberapa perusahaan yang melakukan PHK merupakan raksasa teknologi seperti Yahoo, Google, Dell, Pinterest dan Meta.

Memasuki bulan kedua di tahun ini, sudah terjadi 367 kasus PHK yang berdampak pada 107.930 karyawan, artinya pada awal tahun 2023 hampir 100.000 karyawan terkena pemangkasan.

Saat ini pun pemangkasan massal banyak dilakukan oleh beberapa raksasa teknologi seperti  Google  sebanyak 12.000 karyawan, Amazon sebanyak 18.000 karyawan, Microsoft sebanyak 10.000 karyawan, IBM sebanyak 3.900 karyawan, Dell sebanyak 6.650 karyawan.

Adapun, jumlah karyawan yang dirumahkan pada 2023 ini lebih banyak dari jumlah karyawan yang terkena PHK pada semester I/2022.  

Dari data layoffs.fyi, ada 160.097 karyawan yang kena PHK dari 1.045 perusahaan teknologi di dunia pada 2022. Adapun, sepanjang 2022-2023 pemangkasan di industri teknologi sudah berdampak pada 268.927 karyawan.

Sebelumnya, Chief executive officer (CEO), Google Sundar Pichai, mengatakan alasan perusahaan melakukan PHK. Dia menuturkan, langkah tersebut terpaksa dilakukan karena pertumbuhan perusahaan melambat. 

Sundar Pichai mengaku telah berkonsultasi dengan pendiri dan dewan perusahaan dalam membuat keputusan pemotongan 6 persen dari total jumlah karyawan, menurut komentar yang ditinjau oleh Bloomberg.

"Jika Anda [karyawan] tidak bertindak dengan jelas dan tegas, kami dapat memperparah masalah dan membuatnya jauh lebih buruk. Ini adalah keputusan yang perlu saya buat," kata Pichai dikutip dari Google, Selasa (24/1/2023).

Sementara itu, Chief Financial Officer Alphabet Inc., Ruth Porat, mengatakan PHK dimaksudkan untuk membebaskan perusahaan untuk terus berinvestasi dalam prioritas utama.

“[PHK] Bertindak lebih awal dan Anda kemudian menciptakan kapasitas untuk berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang,” ujar Porat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper