Mau Tutup, Jumlah Kunjungan JD.ID Turun Drastis Sejak 2021

Khadijah Shahnaz Fitra
Kamis, 9 Februari 2023 | 17:40 WIB
Aktivitas pekerja di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/12/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas pekerja di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/12/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kunjungan JD.ID ternyata sudah anjlok sejak 2021 atau jauh sebelum pengumuman tutup permanen pada Maret 2023.

Berdasarkan data yang dikutip dari SimilarWeb, Kamis (9/2/2023), jumlah kunjungan JD.ID sebenarnya terus menurun sejak 2020. Tercatat, pada kuartal III/2020 sebanyak 4,8 juta, jumlah tersebut terus menurun pada kuartal III/2022 menjadi 2,3 juta kunjungan.

Puncaknya, jelang tutup permanen, jumlah kunjungan JD.ID hanya sebesar 1,6 juta pada kuartal IV/2022. Jumlah tersebut bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan para pemain e-commerce lainnya.

Sebagai perbandingan, Shopee menjadi penguasa nomor satu dengan 191 juta kunjungan pada kuartal IV/2022 mengungguli Tokopedia dengan 136 juta kunjungan.

Sebelumnya, Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID Setya Yudha Indraswara mengatakan akan menghentikan semua layanan pada 31 Maret 2023. Hal ini pun merupakan keputusan strategis dari induk perusahaan yaitu JD.COM.

Lebih lanjut, JD.COM akan berfokus di pasar international untuk mengembangkan pembangunan jaringan rantai pasok lintas-negara, dengan logistik dan pergudangan sebagai intinya.

"JD.ID menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelanggan, penjual, mitra, dan karyawan atas dukungan yang telah diberikan dalam perjalanan kami selama ini," ujar Setya, Senin (30/1/2023).

Adapun, JD.ID juga mengumumkan akan berhenti menerima pesanan pelanggan mulai 15 Februari 2023. Namun, ditegaskan bahwa layanan customer service masih akan tetap dibuka hingga 15 Maret 2023.

"Dengan berat hati. Kami memberitahukan bahwa JD.ID akan berhenti menerima pesanan Anda mulai tanggal 15 Februari 2023. JD.ID dan semua layanannya akan dihentikan pada 31 Maret 2023," demikian pengumuman manajemen dikutip Senin (30/1/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper