Sebulan ASO Jabodetabek, Tingkat Kepermisaan TV Digital Capai 70 Persen

Rahmi Yati
Minggu, 4 Desember 2022 | 13:49 WIB
TV Digital. Reuters
TV Digital. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat kepermisaan TV Digital mencapai 70 persen sejak pemadaman siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) di Jabodetabek dilaksanakan pada 2 November 2022.

Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Geryantika Kurnia, mengatakan ASO di Jabodetabek juga berpengaruh signifikan pada minat masyarakat di kota-kota besar lain untuk beralih ke siaran digital dengan rata-rata peningkatan 42-59 persen dalam tiga pekan terakhir.

"Nielsen Audience Measurement menyampaikan sejak dilakukan ASO pada 2 November 2022, tingkat kepemirsaan siaran televisi digital di Jabodetabek telah berangsur pulih sampai 70 persen," kata Gery kepada Bisnis, Minggu (4/12/2022).

Menurut Gery, laporan Nielsen tersebut disambut positif oleh lembaga penyiaran, pengiklan, vendor dan killer konten piala dunia. Hal itu juga berpengaruh pada masyarakat untuk membeli Set Top Box (STB) bahkan membeli TV yang sudah mendukung siaran digital.

Dia menyebut, hal ini juga akan mendorong lembaga penyiaran untuk mempercepat penghentian siaran TV analog dan beralih ke siaran TV digital.

"Sebab, dengan siaran digital terbukti masyarakat mendapatkan kualitas bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya," ujarnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan lembaga penyiaran untuk menyusun jadwal ASO berikutnya sesuai dengan kesiapan teknis masing-masing.

Sebelumnya, Kemenkominfo telah melaksanakan program ASO di wilayah Jabodetabek pada Rabu (2/11/2022). Baru-baru ini, suntik mati siaran analog juga telah dilakukan di Bandung, Jogja, Solo, Semarang, Batam, dan sekitarnya pada Jumat (2/12/2022).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper