Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Observasi: Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Observasi adalah kegiatan melihat dan mengamati objek. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Nuraini
Nuraini - Bisnis.com 26 November 2022  |  13:21 WIB
Observasi: Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya
Observasi_ Pengertian, Ciri/ciri, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya (pexels)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pernahkan Anda mendengar istilah observasi? Istilah ini sering digunakan dalam penelitian. Lalu, apa itu observasi? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini. 

Pengertian Observasi

Observasi adalah kegiatan melihat dan mengamati objek untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh, dampak, perkembangan, dan sebagainya. Observasi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Observasi langsung dilakukan dengan mengamati langsung di lapangan bersama dengan objek. Observasi tidak langsung dilakukan dengan mengamati objek tanpa bersama dengan objek. Contoh observasi tidak langsung yaitu dengan melihat jurnal, rekaman, foto, dan sebagainya.

Pengertian lain dari kegiatan observasi adalah proses pengamatan langsung objek di lingkungan, baik yang sedang berlangsung ataupun masih dalam tahapan dengan menggunakan penginderaan. 

Ada juga yang menyebutkan bahwa observasi adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional tentang berbagai fenomena. Fenomena yang dimaksud meliputi situasi yang terjadi sebenar-benarnya ataupun sesuatu yang terjadi dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu. 

Ciri-Ciri Observasi

Semua orang secara sengaja dan tidak sengaja telah melakukan kegiatan observasi. Berikut ini ciri ciri observasi.

1. Memiliki tujuan khusus

Observasi dilakukan dengan tujuan khusus sesuai dengan yang diinginkan peneliti.

2. Bersifat objektif

Kegiatan observasi dilakukan sesuai dengan keadaan objek yang diamati.

3. Mengandung fakta

Observasi dilakukan sesuai dengan fakta hasil pengamatan di lapangan maupun hasil pengamatan dari penelitian sebelumnya sehingga kebenarannya sudah terbukti.

4. Butuh pencatatan segera

Ketika melakukan observasi perlu mencatat kejadian yang terjadi dengan segera agar tidak lupa.

5. Memiliki prosedur

Observasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan sehingga observasi berjalan dengan baik dan hasilnya pun tidak asal-asalan.

Tujuan Observasi

Kegiatan observasi dilakukan dengan tujuan tertentu. Observer atau orang yang melakukan observasi pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini beberapa tujuan observasi yang perlu diketahui. 

Observasi dengan tujuan ingin menggambarkan objek. Peneliti melakukan pengamatan atau observasi untuk memperoleh informasi mengenai objek untuk dibagikan kepada orang lain.

Observasi dengan tujuan ingin mendapatkan kesimpulan. Tujuan ini merupakan hasil akhir dari laporan tentang hasil pengamatan.

Observasi dengan tujuan ingin mendapatkan data atau informasi. Data atau informasi ini dapat digunakan untuk keperluan karya ilmiah maupun non-ilmiah.

Manfaat observasi

Jika mengacu pada tujuan observasi, maka terdapat beberapa manfaat observasi yang bisa diperoleh, yaitu sebagai berikut.

  • Hasil observasi dapat menjelaskan tentang peristiwa atau objek.
  • Hasil observasi dapat direlevansikan dengan penelitian sebelumnya.
  • Hasil observasi dapat digunakan untuk menghasilkan laporan dengan rinci.
  • Hasil observasi dapat digunakan untuk memprediksi kejadian yang akan datang.
  • Hasil observasi sebagai pembuktian dari isu tidak jelas.

Jenis Observasi

Jenis observasi ada tiga, yakni observasi partisipatif, sistematis, dan eksperimental. Berikut ini penjelasannya.

1. Observasi Partisipatif

Kegiatan observasi partisipatif artinya peneliti terlibat langsung di lapangan untuk mengamati objek. Peneliti mengamati setiap hal yang terjadi di lapangan dan mencatat data yang ditemukan untuk mendapatkan gambaran jelas dari objek yang diobservasi.

2. Observasi Sistematis

Jenis observasi ini berfokus pada kerangka sistematis. Sebelum memulai observasi, peneliti membuat kerangka pengamatan. Selanjutnya, peneliti melakukan observasi sesuai dengan parameter yang telah ditentukan.

3. Observasi Eksperimental

Jenis observasi ini mengharuskan peneliti membuat situasi tertentu untuk melakukan eksperimen dalam kegiatan observasi. Tujuan dari observasi eksperimental untuk menguji atau meneliti suatu objek penelitian.

Itulah penjelasan seputar pengertian, ciri-ciri, tujuan, manfaat, dan jenis observasi yang perlu diketahui.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Observasi penelitian sains
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top