Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CrediBook dan Cara Startup Temukan 'Product Market Fit' Lewat Saran Pengguna

CrediBook membuktikan kesabaran mengembangkan bisnis dibarengi komitmen mendengarkan saran pengguna akan membuat tumbuh kembang suatu startup.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 November 2022  |  17:40 WIB
CrediBook dan Cara Startup Temukan 'Product Market Fit' Lewat Saran Pengguna
CEO & Co-Founder CrediBook Gabriel Frans (kiri) ketika ditemui dalam pembukaan kantor baru CrediBook di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan - Bisnis.com/Aziz Rahardyan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap perusahaan rintisan (startup) harus berjuang keras untuk menemukan product market fit yang ideal. Tak jarang, mereka baru menemukannya di tengah perjalanan, lewat jalan yang tak terduga, salah satunya dari celetukan para pengguna.

Platform pembukuan usaha dan pencatatan keuangan digital PT Ruang Dagang Internasional (CrediBook) menjadi contoh startup yang mengalami fenomena tersebut dalam perjalanannya menemukan product market fit, hingga akhirnya menghasilkan suatu fitur bertajuk Bayar Tempo CrediMart.

CEO & Co-Founder CrediBook Gabriel Frans membenarkan bahwa peluncuran CrediMart selaku marketplace yang mempertemukan pelaku grosir dan pelaku UMKM pun merupakan buah dari saran para pengguna.

"CrediMart B2B Commerce kami berawal dari masukan dan tinjauan terhadap pengguna aplikasi pembukuan digital kami, CrediBook, yang sebagian besar merupakan pelaku toko grosir dan ritel konvensional. Ternyata, mereka butuh layanan untuk membantu operasional sehari-hari, termasuk mengelola dan memenuhi stok," ujar Gabriel kepada Bisnis, dikutip Rabu (23/11/2022).

Bisnis berkesempatan berbincang dengan Gabriel dalam sesi wawancara khusus selepas acara perkenalan kantor baru CrediBook di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Bagi CrediBook, kantor tersendirinya ini merupakan batu loncatan, yang turut mencerminkan bahwa perkembangan bisnis CrediBook telah berada di jalur yang tepat sebagai suatu startup.

Dalam kesempatan tersebut, Gabriel menceritakan lebih lanjut bahwa CrediMart awalnya merupakan jawaban untuk para pengguna CrediBook yang bergiat sebagai pelaku toko grosir, di mana mereka butuh bantuan suatu layanan digital yang mampu memperluas cakupan wilayah distribusinya.

Pada saat bersamaan, para pengguna CrediBook yang bergiat sebagai pemilik toko-toko kelontong atau ritel FMCG pun membutuhkan platform layanan digital yang bisa membantu memperlancar kulakan dan pemenuhan stok, dengan fitur pembayaran yang fleksibel, serta harga beli yang tetap kompetitif.

Oleh sebab itu, CrediMart pun dibangun sebagai platform yang mengakomodasi kebutuhan kedua belah pihak, tanpa harus memutus rantai pasok konvensional. Pemilik toko ritel bisa memilih sendiri akses kulakan suatu barang secara bebas dari beragam toko grosir di wilayah terdekatnya. 

"Oleh karena itu, CrediMart menghadirkan belanja grosir online yang dilengkapi dengan fitur Bayar Tempo dan Next-day Delivery. Inilah gambaran pentingnya dekat dengan pengguna. Bantu mereka selesaikan masalah, maka layanan yang dikembangkan [suatu startup] pasti akan jadi produk yang mereka gunakan setiap hari," tambahnya.

Terkhusus fitur Bayar Tempo CrediMart, secara teknis CrediBook berkolaborasi dengan tekfin pendanaan bersama (P2P Lending) PT Modal Rakyat Indonesia (Modal Rakyat), anak usaha Fazz Financial Group yang notabene masih 'kerabat' dengan CrediBook karena memiliki salah satu investor yang sama.

CrediBook mencatat penyaluran pembiayaan produktif melalui fitur Bayar Tempo itu telah mencapai lebih dari Rp500 miliar per kuartal III/2022, dengan peningkatan pengguna hingga 52 persen dan peningkatan transaksi sebanyak 25 persen secara tahunan.

"Terbukti, fitur Bayar Tempo sangat diminati oleh para pengguna, traction-nya tinggi. Hingga akhir tahun 2022, kami memperkirakan akan ada peningkatan sebesar 15-20 persen untuk penggunaan fitur Bayar Tempo setiap bulannya. Jadi betul bahwa saran dan masukan para pengguna telah membawa kami menemukan product market fit, dan CrediMart beserta fitur-fitur di dalamnya pun tengah menjadi fokus kami dalam pengembangan bisnis," jelasnya.

Saat ini, pengguna terbanyak fitur Bayar Tempo merupakan peritel di kawasan kota Tier II dan Tier III, atau area kota kecil dan kabupaten di Tanah Air. Tersebar di lebih dari 40 wilayah operasional CrediMart.

Sebagai gambaran, basis pengguna CrediMart di kawasan Jawa Timur misalnya wilayah Mojokerto, Pamekasan, dan Probolinggo. Adapun, kawasan Pulau Jawa bagian barat, dihiasi UMKM dari Garut, Kuningan, dan Cilegon. Sementara untuk Jawa Tengah, ada Temanggung, Wonosobo, dan Magelang.

Ke depannya, CrediMart akan melanjutkan ekspansi wilayah operasional dan jenis produk yang ditawarkan. Selain FMCG, CrediMart tengah merambah akses terkait produk-produk home & living, kesehatan, suku cadang otomotif, bahkan CrediMart saat ini telah menjadi salah satu pilihan akses grosir terkait alat-alat peribadatan di wilayah Bali.

Bagi CrediBook, fenomena ini membuktikan bahwa kesabaran dalam mengembangkan bisnis yang dibarengi komitmen mendengarkan saran-saran pengguna, akan berbuah positif bagi tumbuh kembang suatu startup.

Pasalnya, CrediBook sendiri merupakan platform pembukuan digital yang masih bisa diunduh secara gratis. Upaya monetisasi dipastikan sulit tanpa pengembangan lini bisnis baru. Kemampuan untuk selalu adaptif dalam memenuhi kebutuhan para pengguna pun merupakan keniscayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan startup CrediBook
Editor : Puput Ady Sukarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top