Elon Musk Sebut Khatulistiwa Cocok untuk Luncurkan SpaceX, Mau Bangun di IKN?

Aprianto Cahyo Nugroho
Senin, 14 November 2022 | 12:29 WIB
CEO Bakrie and Brothers Anindya Bakrie mewawancarai CEO Tesla Elon Musk dalam agenda Summit 1-on-1 conversation on NAVIGATING FUTURE DISRUPTION OF GLOBAL TECHNOLOGICAL INNOVATION di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (14/11/2022).
CEO Bakrie and Brothers Anindya Bakrie mewawancarai CEO Tesla Elon Musk dalam agenda Summit 1-on-1 conversation on NAVIGATING FUTURE DISRUPTION OF GLOBAL TECHNOLOGICAL INNOVATION di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (14/11/2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – CEO Tesla dan Twitter Elon Musk mengatakan bahwa lokasi peluncuran terbaik bagi roket yang dikembangkan perusahaan yang dia dirikan, SpaceX, berada di wilayah khatulistiwa.

Komentar tersebut diungkapkan dalam dialog virtual dengan CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya Bakrie dalam acara B20 Summit 1-on-1 Navigating Future Disruption Of Global Technological Innovation di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (14/11/2022).

Dalam kesempatan itu, Anin mengatakan saat dirinya mengunjungi fasilitas SpaceX di Boca Chica, Texas, dirinya mendengar bahwa tempat terbaik untuk meluncurkan roket adalah dari khatulistiwa.

“Ya, itu benar, yang terbaik adalah meluncurkan di lokasi pegunungan di khatulistiwa,” ungkap Elon Musk.

Elon kemudian menanggapi pertanyaan apakah ada rencana SpaceX membangun situs peluncuran roket di garis khatulistiwa di Indonesia, terutama di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang berada di garis khatulistiwa.

Elon mengakui dirinya membuka kemungkinan untuk membangun platform peluncuran roket SpaceX di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini terkait dengan rencananya menggunakan stasiun peluncuran untuk transportasi ke seluruh penjuru dunia.

“Saya pikir di masa depan kita dapat melakukan perjalanan dengan roket dari satu bagian dunia ke bagian lain dan Anda dapat melakukan perjalanan dengan lebih dari 20 kali kecepatan suara,” ungkap elon Musk.

Elon Musk mengatakan, dengan kecepatan tersebut, orang dapat melakukan perjalanan ke mana saja di dunia dalam waktu kurang dari satu jam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper