Peretasan HP Makin Canggih, Ini Cara Mencegahnya

Rahmi Yati
Selasa, 25 Oktober 2022 | 12:32 WIB
Ilustrasi peretasan /youtube
Ilustrasi peretasan /youtube
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian menilai fenomena hacking atau peretasan pada HP akan makin berkembang dan canggih, terutama di era serba digital.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena ponsel telah menjadi tempat penyimpanan data pribadi yang paling umum digunakan, mulai dari data diri, bisnis, foto, hingga keuangan.

"Berbagai cara digunakan para hacker untuk bisa mengakses data pribadi seseorang yang menjadi targetnya dari pembuatan aplikasi palsu, social engineering, hingga baru-baru ini memanfaatkan pemindai panas seperti FLIR dengan bantuan algoritma AI untuk bisa menebak PIN atau password pengguna," kata Lucky, Selasa (25/10/2022).

Untuk menghindari hal tersebut, menurutnya hal pertama yang harus jadi perhatian adalah perangkat ponsel itu sendiri. Mengingat banyak data pribadi yang disimpan di smartphone, maka perangkatnya sebisa mungkin harus dibuat lebih aman dengan beberapa perlakuan.

Misalnya, ujar Lucky memerinci, dengan selalu mengaktifkan lock smartphone, baik dengan PIN, password, fingerprint atau pengenalan wajah.

"Jangan biarkan smartphone tidak otomatis terkunci saat tidak digunakan atau standby. Walaupun memudahkan, usahakan tidak mengaktifkan smart-unlock by location, misalnya ketika tiba di rumah otomatis lock smartphone tidak berfungsi," tuturnya.

Selanjutnya, Lucky menyebut beberapa smartphone memberi fitur secure folder, yakni folder khusus untuk menyimpan data yang bersifat sensitif. Dengan begitu, usahakan selalu menggunakan fitur ini untuk menyimpan data penting.

Dia juga mengingatkan untuk selalu memasang (install) aplikasi dari situs resmi, misalnya Google Playstore untuk Android.

"Walau tidak bisa diyakinkan semuanya aplikasi yang baik, tetapi ini lebih aman dibanding aplikasi yang diambil dari sumber tidak jelas, misal dalam bentuk APK untuk di side-load. Bisa saja aplikasinya sudah diubah untuk mencuri data," ucap Lucky.

Bukan saja dari sisi keamanan perangkat, dia mengatakan bahwa pemilik ponsel juga harus memiliki kebiasaan menggunakan perangkat secara aman. Seperti menghindari menggunakan wifi di tempat umum dan tidak menggunakan aplikasi media sosial dari pihak ketiga.

Tak hanya itu, imbuhnya, pengguna juga harus berhati-hati dengan SMS, telepon, dan pesan chat dari orang yang tidak kita kenal, apalagi mengaku dari institusi seperti perbankan yang menawarkan hadiah.

Selanjutnya, Lucky menyarankan agar pengguna smartphone rutin memperbarui OS dan aplikasi versi terbaru. Update OS penting menyangkut security update, yang biasanya menambal celah keamanan dari versi sebelumnya.

"Tidak kalah penting, jangan menggunakan password yang bisa ditebak dengan mudah. Biasakan membuat password yang cukup panjang dengan kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan tanda baca serta usahakan password tiap aplikasi berbeda," imbuh Lucky.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper