Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gratyo Nilai Pelatihan Bisnis Jadi Kebutuhan Vital UMKM agar Naik Kelas

Salah satu cara yang dipercaya bisa membantu akselerasi UMKM adalah dengan business coaching (pelatihan bisnis). 
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 September 2022  |  07:22 WIB
Gratyo Nilai Pelatihan Bisnis Jadi Kebutuhan Vital UMKM agar Naik Kelas
Ilustrasi UMKM - surakarta.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Pelatihan Bisnis Gratyo menggelar kompetisi Indonesia Mencari Founder (IMF) dengan tujuan untuk melatih pelaku bisnis UMKM di Indonesia agar naik kelas.

Founder Gratyo Yohanes G Pauly menilai bahwa saat ini banyak pihak yang berupaya menggenjot pertumbuhan UMKM baik dari sisi pemerintah maupun swasta. Salah satu cara yang dipercaya bisa membantu akselerasi adalah dengan business coaching (pelatihan bisnis). 

"Pendiri Microsoft, Bill Gates mengatakan, setiap orang butuh seorang coach. Kita semua butuh orang yang memberikan masukan yang jujur. Dengan cara itu, kita bisa memperbaiki diri untuk buat UMKM naik kelas,” imbuhnya lewat rilisnya, Rabu (21/9/2022).

Yohanes mengatakan, dengan pelatihan bisnis, pelaku UMKM bisa menerapkan strategi-strategi praktis yang terbukti berhasil di lapangan, hingga menemukan blind-spot yang selama ini tidak disadari pebisnis yang membuat bisnisnya belum bisa meraih keuntungan dan berjalan secara otomatis.

Penyebabnya, dia melanjutkan Indonesia pada 2045 diprediksi oleh The International Monetary Fund (IMF), menjadi negara keempat dengan ekonomi terbesar di dunia setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat (AS).

“Selaras dengan prediksi IMF, data Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2021 mengatakan 61% dari peningkatan ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB) disumbang oleh bisnis UKM. Bahkan bisnis UMKM ini menyerap 97% dari lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang membutuhkan,” katanya

Laporan International Business Times mengatakan bahwa pendekatan trial and error adalah salah satu cara para pebisnis untuk mengidentifikasi strategi yang tidak berhasil dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk mengembangkan bisnis. Namun, pendekatan ini membutuhkan uang, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit.

"Jika kita bisa mempercepat proses pembelajaran trial and error ini, maka pebisnis UMKM bisa mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya,” tuturnya. 

Lebih lanjut, dia menyebut pihaknya menghadirkan kompetisi Indonesia Mencari Founders (IMF) yang bertujuan untuk mencari pemilik bisnis UMKM dan calon entreprenur untuk dilatih gratis selama satu tahun agar bisnis bisa naik kelas.

Selain Coach Yohanes G. Pauly Indonesia Mencari Founders juga menghadirkan Merry Riana, David Tjokrorahardjo, Ferry Dafira, Sylvia Surya, CEO dari Kopi Soe Group dan Co-Founder Menantea serta Marbio Suntanu, Co-Founder Yummy Corp serta afiliasi dari Ismaya Group sebagai juri di kompetisi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm umkm go online Pemasaran UMKM
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top