Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genjot Pengetahuan Masyarakat, Kominfo Luncurkan 58 Buku Literasi Digital

Kominfo dan Siberkasi uncurkan 58 buku kolaborasi untuk mendorong literasi digital secara masif di dunia pendidikan dan masyarakat.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  10:18 WIB
Genjot Pengetahuan Masyarakat, Kominfo Luncurkan 58 Buku Literasi Digital
Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkasi meluncurkan 58 buku kolaborasi agar masyarakat bisa menggunakan buku-buku literasi digital secara masif untuk pendidikan.

Pasalnya berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang dilakukan oleh Kemenkominfo pada 2021, saat ini Indonesia masih menduduki kategori menengah dalam hal kapasitas literasi digital dengan nilai angka sebesar 3,49 dari 5,00.

Donny Budi Utoyo, Dewan Pengarah Siberkreasi menyatakan toleransi yang ada saat ini adalah hasil dari tingkat literasi yang tinggi serta kebebasan berekspresi. Tingkat toleransi semakin tinggi jika apresiasi dan etika ini ada ketika berpendapat.

"Kebebasan berekspresi ini nggak bisa dipisahkan dengan etika dan toleransi. Mereka ini harus jadi satu. Jika tidak, bisa menimbulkan masalah bahkan bisa berujung ke ranah hukum. Alangkah indahnya jika ada perbedaan pendapat, ya diberikan juga tempat untuk berdiskusi secara baik,” ujarnya, Selasa.(16/8/2022).

Amelinda Kusumaningtyas dari Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada menamnahkan bahwa buku-buku yang diluncurkan merupakan bentuk dari riset tentang perubahan-perubahan sosial yang disebabkan oleh transformasi digital.

"Buku yang kami buat ada tentang ekonomi digital yang menjelaskan tentang pemanfaatannya seperti apa, implikasi ke pemberdayaan perempuan dan inovasi digital apa yang terbentuk ketika Covid-19 terjadi. Buku yang kedua membahas tentang ketidaksetujuan kami dengan doxing. Apapun alasannya, perundungan di dunia maya bukan suatu hal yang bisa dijustifikasi. Dari situlah kami membahas kira-kira langkah apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan awareness dan mencegah cyberbullying," jelasnya.

Selain itu, ada juga buku-buku yang dihasilkan oleh tim Jaringan Pegiat Literasi Digital, membahas tentang panduan dan bagaimana posisi perempuan di dunia daring secara cermat dan bermedia sosial secara bijak. Jaringan ini meluncurkan 15 buku yang terbagi menjadi buku kolaborasi, buku panduan, dan buku khusus yang mengajarkan empat pilar Literasi Digital.

Beberapa pihak yang turut terlibat dalam kolaborasi ini seperti Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada, Common Room, Klinik Digital Universitas Indonesia, ICT Watch, serta Masyarakat Antifitnah Indonesia. Buku tersebut diunduh di portal literasidigital.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku kominfo
Editor : Puput Ady Sukarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top