Tim Keamanan Siber Kemenkominfo Bakal Pantau Konten Negatif Pemilu

Rahmi Yati
Kamis, 7 Juli 2022 | 13:54 WIB
Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta. -Bisnis.com/Samdysara Saragih
Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta. -Bisnis.com/Samdysara Saragih
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menyiapkan dukungan teknologi informasi, tim keamanan siber dan penangkal konten negatif sebagai upaya memberikan dukungan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kemenkominfo telah melengkapi peralatan-peralatannya, menambah cyber drone dan mempunyai tim cyber security yang bekerja 24 jam sehari untuk melakukan surveillans terhadap ruang digital dan serangan siber,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dalam siaran pers, Kamis (7/7/2022).

Dia berharap peningkatan kapasitas perangkat dan teknologi ini dapat membantu pelacakan konten negatif dengan skema alphabetical dan numerical. Untuk menjaga ruang digital dari serangan siber, juga sudah dilakukan lintas koordinasi antarkementerian dan lembaga atau disebut dengan tim cyber respons (CSIRT).

Menkominfo menjelaskan, tim respons cepat keamanan siber ini memiliki tugas merespons seluruh serangan siber yang mengarah ke aplikasi pemerintah. Pada saat bersamaan, dia juga mengimbau penghentian aksi peretasan yang dilakukan karena tidak ada gunanya.

“Peretasan yang dilakukan itu tidak ada gunanya. Apabila melakukan serangan terhadap ruang digital secara khusus untuk aktivitas perekonomian masyarakat atau aktivitas sosial politik yang berkaitan dengan sirkulasi demokrasi itu tidak bermanfaat, janganlah,” sebutnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, Kemenkominfo juga rutin berkomunikasi dengan seluruh platform digital baik global maupun lokal. Johnny meminta penyelenggara platform digital terus menjaga sistem keamanan dan melengkapinya dengan teknologi keamanan enkripsi yang baik, kuat serta menyiapkan tim yang dapat merespons insiden dengan cepat.

Bukan itu saja, dia juga meminta kepada seluruh pihak untuk menjaga penyelenggaraan Pemilu agar berlangsung dengan baik, aman, dan lancar. Menurutnya, semua pihak harus belajar untuk memperbaiki penyelenggaraan Pemilu 2024 dan terus menjaga ruang digital dengan baik.

"Marilah kita jaga ruang digital, jaga ruang komunikasinya agar masyarakat bisa mengikuti, menghadapi, dan menikmati pemilihan umum sebagai bagian dari pesta demokrasi yang menggembirakan,” imbuh Johnny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper