Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amazon Web Services: Bisnis Cloud Computing Terus Bertumbuh  

Kami perkirakan bisnis cloud computing tumbuh secara global dan kami melihat pertumbuhan yang serupa di Indonesia
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  01:04 WIB
Amazon Web Services: Bisnis Cloud Computing Terus Bertumbuh   
Managing Director AWS for Asean Conor McNamara

Bisnis.com, JAKARTA - Amazon Web Services (AWS) Asia Pacific (Jakarta) Region hadir di Indonesia sejak Desember 2021. AWS akan berinvestasi sebesar US$5 miliar atau setara dengan Rp71 triliun di Indonesia selama 15 tahun ke depan. Untuk mengetahui rencana bisnis AWS di Tanah Air, Redaksi Bisnis Indonesia berkesempatan mewawancarai Managing Director AWS for Asean Conor McNamara. Berikut petikannya:

Apa yang menjadi pertimbangan AWS hadir di Jakarta?

Kami telah memiliki tim di sini sejak 2018. Namun, kami baru berinvestasi dalam bentuk infrastruktur fisik di Indonesia pada Desember 2021. Dalam menetapkan wilayah pengembangan bisnis, kami mempertimbangkan ukuran dan peluang di suatu negara.

AWS menawarkan pelayanan yang menungkinkan para pelanggan untuk menjalankan beban kerja dengan aman, dengan latensi yang lebih rendah. Kami yakin peluncuran AWS di Jakarta akan memungkinkan negara-negara Asean lainnya untuk memiliki akses layanan dengan atensi yang lebih rendah, termasuk di negara yang berbatasan dengan Indonesia.

Bagaimana potensi pertumbuhan pengguna layanan AWS di Indonesia?

Kami melihat pertumbuhan yang luar biasa di semua sektor usaha. Seperti yang disampaikan CEO Amazon Andy Jassy, teknologi cloud adalah perubahan terbesar dalam hidup manusia. AWS hadir sejak 2006 dan saat ini, bisnis cloud computing AWS telah bernilai US$74 miliar dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 38% secara tahunan.

Kami perkirakan bisnis cloud computing tumbuh secara global dan kami melihat pertumbuhan yang serupa di Indonesia dari berbagai segmen pelanggan, termasuk sejumlah startup besar seperti Traveloka, Tokopedia, dan lainnya.

Kami juga melihat potensi pertumbuhan dari sektor logistik, media, telekomunikasi, serta jasa keuangan. Dari sektor ini, beberapa perusahaan yang telah menjadi pelanggan kami antara lain Happy Fresh, Kompas Media Group, MNC Group dan XL Axiata.

Area lainnya yang kami bidik adalah UKM, sektor yang mendominasi perekonomian Indonesia. Kami juga bermitra dengan Mekari, yang merupakan platform perangkat lunak akuntansi. Segmen lain yang juga merupakan fokus kami adalah lembaga pemerintahan.

Apa saja layanan dan infrastruktur yang akan dihadirkan AWS di Indonesia?

AWS berencana menginvestasikan sekitar US$5 miliar selama 15 tahun ke depan. Kami memikirkan bisnis untuk orientasi jangka panjang. Kami meluncurkan AWS Outposts di Indonesia yang merupakan penawaran hibrida yang terkelola sepenuhnya yang memungkinkan pelanggan menjalankan beban kerja di pusat data sendiri dan menghubungkannya dengan aman ke skala perusahaan yang sudah ada sebelumnya.

Kami juga berinvestasi di komunitas dan itu dimulai dari tim kita sendiri. Bukan hanya pada tenaga penjual, tetapi juga pada organisasi pendukung, organisasi layanan profesional, organisasi pelatihan, organisasi mitra, organisasi keterlibatan pengembang, terutama di beberapa area domain, dengan investasi dalam bentuk data, mesin pembelajaran (machine learning) dan artificial intelligence.

Kedua, investasi kami adalah membangun komunitas mitra yang kami sebut AWS Partner Network (APN), baik di luar maupun di Indonesia. Kami bekerja sama dengan Master Systems dan Metrodata untuk menghadirkan sistem yang mapan. Saya juga melihat adanya pertumbuhan ikatan dengan mitra lokal yang kami yakini akan menambah nilai ekonomi.

Bagaimana perkiraan dampak investasi yang dihadirkan AWS untuk perekonomian nasional?

Kami perkirakan kehadiran AWS akan menyumbang tambahan US$10,9 miliar pada PDB domestik dalam 15 tahun ke depan. Di samping itu, kehadiran AWS Asia Pacific (Jakarta) diharapkan dapat menciptakan 24.700 lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ini investasi yang sangat besar, sejalan dengan peningkatan keterampilan digital pada tenaga kerja. Kehadiran AWS di Indonesia tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga melakukan pendekatan holistik dan multi dimensi dalam mengembangkan infrastruktur kami.

Bagaimana AWS melihat persaingan dengan sejumlah perusahaan lain yang memberikan layanan serupa di Tanah Air?

Memutuskan untuk memilih mitra transformasi teknologi cloud mungkin termasuk satu keputusan terpenting. Ada beberapa hal yang membedakan AWS.

Pertama, kami memelopori seluruh konsep cloud computing. Kami telah membidangi sektor ini jauh lebih lama dari perusahaan lain dan inovasi yang kami tawarkan sangat sulit untuk ditiru.

Kedua, kami memiliki fokus yang sangat kuat pada pengurangan biaya. Kami mengurangi biaya hingga 111 kali untuk memulai bisnis. Solusi penghematan biaya yang kami tawarkan kepada pelanggan telah tertanam dalam DNA kami.

Itu adalah fokus besar AWS dan pelanggan sangat menghargai komitmen kami yang menawarkan solusi pengurangan biaya, yang sangat bertentangan dengan cara industri TI dioperasikan sebelumnya.

Keunggulan lainnya, kami memiliki jejak terbesar di tingkat global. Kami melihat banyak minat dari organisasi dalam menggunakan AWS untuk memperluas bisnis.

Lebih lanjut, keunggulan yang penting dan menjadi prioritas bagi perusahaan kami adalah keamanan.  Kami telah membangun bisnis dari bawah, namun keamanan adalah yang utama. Jadi, infrastruktur fisik hingga infrastruktur virtual yang kami bangun di AWS memungkinkan pelanggan memiliki tingkat visibilitas keamanan yang tidak akan pernah didapat dari perusahaan lain.

 Apa target jangka pendek dan panjang AWS Indonesia?

Kami sangat berorientasi jangka panjang sebagai perusahaan. Kami berencana membangun bisnis dalam waktu yang lama di Indonesia. Dalam menciptakan value bagi customer, kami sangat fokus untuk memastikan bahwa semua pelanggan yang berinteraksi dengan AWS memiliki pengalaman yang sangat positif dalam menggunakan layanan kami.

Kami tahu keterampilan merupakan langkah perubahan untuk jangka panjang dan mendorong kemampuan digital adalah fokus besar bagi kami dalam mengembangkan bisnis. 

Kami sangat fokus pada peningkatan, termasuk dalam membangun komunitas pengembang dan mitra. Dengan ini,  kami yakin pelanggan AWS akan mendapatkan manfaat dan nilai tambah, yang juga akan memberikan kontribusi pada PDB Indonesia.

Bagaimana AWS menyiapkan tenaga kerja lokal untuk berkarir di bidang teknologi dan AWS khususnya?

Di Amazon, kami memiliki strategi fleksibilitas. Untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil secara digital, itu juga merupakan bagian dari ambisi kami dalam jangka panjang. 

Banyak yang telah kami lakukan untuk mendorong peningkatan keterampilan bagi pelanggan kami saat ini, misanya, kami telah menginisiasi program pelatihan yang dinamai Laptops for Builders, serta program sertifikasi yang memberikan pelatihan tingkat pemula hingga pelatihan tingkat profesional dengan beragam kurikulum dan pelatihan.

Kami juga melakukan berbagai pelatihan keterampilan cloud computing untuk mempersiapkan talenta digital bagi masa depan Indonesia. 

Selain itu, kami juga akan terus mendorong Program AWS re/Start yang telah diluncurkan di 6 negara tahun lalu dan saat ini ada di 47 negara secara global termasuk di Asia Tenggara. Di Indonesia program ini diluncurkan pada April 2022.

Apa kontribusi yang telah dan bisa diberikan AWS untuk mendukung ekonomi digital Indonesia?

Investasi yang direncanakan AWS adalah senilai US$5 miliar. Dengan ukuran dan skala investasi kami, itu tidak ada bandingannya saat ini. Kami membangun komunitas pengembang, partner bisnis, juga infrastruktur. Itu semua adalah bentuk investasi jangka panjang yang telah kami pikirkan untuk kedepannya.

Saya pikir agenda besar ini akan memberikan dampak yang sangat positif. Kami sangat berkomitmen untuk bermitra dalam mendorong banyaknya program pengembangan di Indonesia, baik dalam meningkatkan layanan untuk perbaikan kualitas hidup masyarakat, juga untuk terlibat dalam agenda peningkatan dan pengembangan keterampilan di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud computing amazon.com ekonomi digital
Editor : Thomas Mola

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top