Terapkan Sirkular Ekonomi, Ajinomoto Tekan Penggunaan Air Hingga 31 Persen

Akbar Evandio
Sabtu, 28 Mei 2022 | 14:51 WIB
Suasana pabrik Ajinomoto Mojokerto saat dikunjungi media, Kamis (29/11/2018)./Bisnis-Peni Widarti
Suasana pabrik Ajinomoto Mojokerto saat dikunjungi media, Kamis (29/11/2018)./Bisnis-Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- PT Ajinomoto Indonesia menerapkan praktik sirkular ekonomi untuk ciptakan proses produksi ramah lingkungan.

Direktur PT Ajinomoto Indonesia Yudho Koesbandryo mengatakan dengan menerapkan praktik tersebut diharapkan dapat meminimalkan dan mengurangi pencemaran lingkungan hingga ke titik nol.

“Kami mulai dari pengurangan emisi karbon, pengurangan konsumsi air, penerapan Bio-Cycle & Eco-Activity yang menghasilkan co-product seperti Pupuk AJIFOL, AMINA, dan bahan baku pakan ternak FML, selain itu ada juga peningkatan pengelolaan air limbah supaya ketika disalurkan ke Sungai Brantas kualitas airnya menjadi lebih baik dan bersih,” tuturnya lewat siaran pers, Sabtu (28/5/2022)

Yudho mengatakan, perusahaan juga menerapkan Bio-Cycle & Eco-Activity, Ajinomoto juga banyak menerapkan aktivitas produksi yang ramah lingkungan seperti pengurangan 34.900 ton emisi karbon (CO2) dengan sejumlah cara seperti mengurangi konsumsi bahan bakar seluruh transportasi di tempat kerja, memangkas penggunaan tenaga listrik, dan mengatasi kebocoran uap pada peralatan produksi.

“Kami mempunyai target mengurangi 180 ribu ton CO2 pada 2023, dari baseline pada 2018,” lanjut Yudho.

Tidak hanya itu, Yudho mengatakan, Ajinomoto juga berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan air hingga 31 persen, dari baseline pada 2016, dengan melakukan penghematan melalui peningkatan kualitas air (water treatment) pada aktivitas produksi.

Dia melanjutkan, komitmen ini juga sebagai wujud partisipasi Ajinomoto dalam mensukseskan program pelestarian lingkungan hidup dari Pemerintah Indonesia dan seiring dengan cita-cita Ajinomoto Co., Inc (Jepang) dalam membantu mengurangi dampak lingkungan hingga 50 persen.

“Kami aktif mengerjakan kegiatan reduce, reuse, recovery, dan recycle untuk penggunaan air di setiap aktivitas yang ada. Hal ini cukup menggembirakan, karena meski dengan mengurangi penggunaan air hingga 31 persen, kemampuan produksi MSG dan seasoning lain masih bisa meningkat,” kata Yudho.

Kemudian, tambahnya, masalah lingkungan lain di Indonesia adalah jumlah sampah plastik yang dari tahun ke tahun kian menumpuk. Menyoroti masalah ini, Ajinomoto turut mengambil langkah konkret.

“Brand MSG kami ikut berkontribusi mengatasi permasalahan penumpukan sampah plastik dengan mengurangi hingga 30 persen penggunaan material plastik di kemasannya,” kata Yudho.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Kahfi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper