Wilayah Siaran Terus Diperluas, Ini Manfaat Migrasi Siaran TV Analog ke Digital

Rahmi Yati
Senin, 16 Mei 2022 | 15:57 WIB
Ilustrasi Perangkat set top box yang sudah mendapat sertifikat dari Kominfo dan tercatat antara lain Akari Set Top Box ADS-2230. /Kompub ASO-Wienda Parwitasari
Ilustrasi Perangkat set top box yang sudah mendapat sertifikat dari Kominfo dan tercatat antara lain Akari Set Top Box ADS-2230. /Kompub ASO-Wienda Parwitasari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika terus memperluas wilayah cakupan yang akan dilakukan peralihan siaran TV analog ke digital, atau analog switch off (ASO).

Saat ini, ASO tahap pertama yang sudah dilakukan pada 30 April 2022 baru mencakup tiga wilayah siaran yang terdiri dari enam kabupaten dan dua kota. Meski begitu, saat ini siaran TV Digital sudah menjangkau 87 dari total 112 wilayah layanan di Indonesia.

Bagi masyarakat yang masih bingung dengan program migrasi siaran TV analog ke digital tersebut, berikut beberapa manfaatnya dikutip dari laman instagram @kemenkominfo, Senin (16/5/2022), yakni layanan TV digital lebih berkualitas dan interaktif, program tayangan TV lebih beranekaragam, kualitas siaran lebih jernih dan canggih.

Selain itu, dengan menggunakan TV digital, siaran TV lebih berkualitas dan merata di seluruh pelosok daerah di dalam negeri, ASO juga akan menghilangkan interferensi ke negara tetangga, dan kualitas siaran tidak rentan dengan cuaca buruk

Bukan itu saja, sebelumnya Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang menyatakan migrasi siaran analog ke digital memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, seperti mempermudah akses internet dan menumbuhkan ekonomi digital.

Menurutnya, migrasi TV digital dapat mendorong masyarakat untuk makin produktif dengan memanfaatkan akses layanan internet. Dengan akses itu, berbagai ide dan gagasan kreatif masyarakat dapat tersalurkan.

"Makin cepat masyarakat beralih ke TV digital akan membuat spektrum frekuensi radio lebih terbuka bagi layanan internet. Spektrum yang sebelumnya digunakan siaran analog dapat dimanfaatkan untuk kesempatan mendorong perekonomian digital," ujarnya beberapa waktu lalu.

Adapun Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengeklaim pelaksanaan ASO tahap pertama berlangsung dengan lancar.

Dia menilai warga di delapan kabupaten/kota yang terdampak, yakni Riau IV (Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai), NTT III (Kabupaten Timor Tengah Utara), NTT IV (Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka), serta Papua Barat (Kabupaten Sorong dan Kota Sorong) merasa puas. Dia pun optimistis proses ASO akan rampung sesuai jadwal pada November 2022.

"Warga di delapan wilayah juga merasa puas setelah migrasi ke TV digital. Bahkan, ada wilayah yang sebelumnya tidak mendapatkan siaran analog sama sekali, kemudian dilayani TVRI, langsung dapat siaran digital," kata Johnny di Jakarta, Jumat (12/5/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmi Yati
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper