Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AWS Hadirkan Siaran Video Langsung Secara Interaktif, Latensi Makin Rendah

Streaming video secara tradisional membutuhkan latensi sekitar 20 hingga 30 detik untuk persiapan konten, mengunggahnya ke beberapa content delivery network (CDN), dan tentunya menghubungkannya dengan gawai pemirsa melalui jaringan. Dengan kehadiran fitur yang dihadirkan AWS, latensi pun semakin rendah.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 April 2022  |  18:02 WIB
Ilustrasi layanan streaming video. - Bloomberg/Daniel Acker
Ilustrasi layanan streaming video. - Bloomberg/Daniel Acker

Bisnis.com, JAKARTA - AWS menghadirkan Amazon Interactive Video Service (Amazon IVS) Points of Presence atau PoPs, di Indonesia dan Filipina guna membantu pelanggan memenuhi permintaan  siaran langsung dan streaming video dengan latensi yang makin rendah.

Head of Media and Entertainment Business Development at AWS in Asia Pacific Shweta Jain mengatakan meski pembatasan fisik maupun sosial terlihat mulai dilonggarkan di Asia Pasifik, popularitas layanan streaming video terus meningkat. Kini, di kawasan, tercatat lebih dari 400 juta orang yang menggunakan layanan over-the-top (OTT) streaming.

Menurutnya, streaming video secara tradisional membutuhkan latensi sekitar 20 hingga 30 detik untuk persiapan konten, mengunggahnya ke beberapa content delivery network (CDN), dan tentunya menghubungkannya dengan gawai pemirsa melalui jaringan.

"Untuk membantu pelanggan kami memenuhi permintaan akan siaran langsung dan streaming video yang kaya, interaktif, dan menarik pemirsa, dengan bangga AWS mengumumkan diluncurkannya Amazon Interactive Video Service [Amazon IVS] Points of Presence, atau PoPs, di Jakarta dan Manila," katanya, Selasa (19/4/2022).

Jain menyebut, konsumen yang terdiri dari penggemar olahraga, penikmat hiburan, pembeli, serta gamers menginginkan pengalaman live streaming yang optimal di gawai manapun, dapat dimainkan secara instan, dan tanpa interupsi yang disebabkan buffer.

Untuk menghadirkan pengalaman yang demikian, sambung dia, dibutuhkan latensi seminim mungkin. Latensi sendiri adalah jeda waktu dari saat kamera mulai merekam hingga pemirsa dapat menontonnya di layar.

"Amazon IVS PoPs terbaru di Jakarta dan Manila menerima dan mengirimkan streaming video melalui infrastruktur edge lokal yang sudah teroptimalisasi untuk ingestion, pemrosesan, dan pengiriman video. Dengan cara ini, manfaat dari latensi yang semakin rendah akan didapatkan oleh pemirsa, sehingga konten video dapat dinikmati dengan lebih mulus serta imersif," ucapnya.

Lebih lanjut, dengan Software Development Kit (SDK) dan Application Programming Interface (API) yang tersedia pada Amazon IVS, imbuh Jain, pengguna dapat menambahkan fitur-fitur interaktif ke sesi live stream yang mereka lakukan, seperti kolom chat virtual, voting dan polling, sesi tanya-jawab yang dimoderasi, maupun unsur-unsur promosi.

"Semuanya tanpa membebani pengalaman menonton langsung," tegas dia.

Sebagai informasi, Amazon IVS PoPs di Jakarta dan Manila merupakan bagian dari komitmen AWS untuk meluncurkan 10 AWS Local Zones di Asia Pasifik dalam waktu dua tahun ke depan.

Local Zones sendiri merupakan infrastruktur AWS yang membawa layanan komputasi, penyimpanan, database, maupun layanan lainnya semakin dekat dengan pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

video videostreaming
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top