Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Seluler Jangan Fokus Promo saat Ramadan, Ini yang Lebih Penting

Masyarakat Telematika Nasional (Mastel) menyebut operator seluler jangan fokus promo saat Ramadan karena ada hal yang lebih penting untuk dilakukan.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 01 April 2022  |  09:20 WIB
Operator Seluler Jangan Fokus Promo saat Ramadan, Ini yang Lebih Penting
Teknisi melakukan pengecekan pada salah satu base transceiver station (BTS) di Jakarta, Senin (27/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Operator seluler diminta jangan hanya fokus pada tebar promo dan diskon menarik saat memasuki momen Ramadan dan Lebaran. Namun menghadirkan jaringan broadband yang berkualitas juga harus menjadi fokus utama.

Ketua Bidang Infrastruktur Masyarakat Telematika Nasional (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengakui setiap tahunnya operator seluler biasanya sudah mengantisipasi peningkatan trafik selama Ramadan dan Lebaran, bahkan biasanya pemerintah turut memastikan kesiapan jaringan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Namun untuk tahun ini, yang mungkin sedikit berbeda adalah peningkatan trafik broadband berkualitas," katanya, Kamis (31/3/2022).

Menurut Sigit, masa pandemi yang cukup lama membuat tingkat literasi digital masyarakat meningkat, sehingga semakin banyak dan luas lapisan pengguna yang terbiasa memakai broadband.

Dengan begitu, lanjut dia, hal ini akan menjadi tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan tren peningkatan trafik Ramadan dan Lebaran sebelum pandemi Covid-19.

"Semakin meratanya cakupan 4G dan mulainya penggelaran 5G di beberapa kota, mungkin juga memberi harapan dari masyarakat. Semoga harapan ini mampu dijawab oleh operator," tambah Sigit.

Memasuki Ramadan dan Lebaran tahun ini, Telkomsel memperkirakan akan terjadi pergerakan yang cukup signifikan pada trafik komunikasi jika dibandingkan dengan hari normal.

Trafik layanan data/broadband diprediksi akan tumbuh sebesar 9,4 persen serta trafik layanan panggilan suara diproyeksi akan mengalami penurunan sebesar 9,3 persen dan SMS tumbuh sekira 4,1 persen.

Sedangkan untuk aktivitas layanan digital masyarakat juga diperkirakan akan meningkat, seperti akses layanan media sosial yang diprediksi tumbuh sekitar 7,5 persen, layanan komunikasi (instant messaging dan video conference) melonjak 21,3 persen, layanan streaming video meningkat sekitar 15,3 persen, layanan mobile gaming melonjak hingga 34,9 persen, akses browsing naik 17,8 persen, serta akses layanan e-commerce yang juga tumbuh sekitar 18,4 persen.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan perusahaan terus memastikan seluruh jaringan broadband yang telah dipersiapkan dapat berjalan prima dan ketersediaan seluruh produk dan layanan tetap terjaga selama momen Ramadan dan Lebaran 2022.

Secara keseluruhan, dia menyebut proses optimalisasi kualitas, kapasitas, serta pemutakhiran teknologi jaringan Telkomsel akan difokuskan di 500 Point of Interest (POI) di berbagai wilayah Indonesia.

Adapun wilayah yang dimaksud mencakup 104 area residensial, 4 rumah sakit utama rujukan Covid-19, 56 area transit transportasi utama (bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan), 299 area spesial seperti pusat pelayanan publik dan pusat perbelanjaan, 19 area jalur mudik, serta 18 masjid raya.

"Secara proaktif, Telkomsel juga telah melakukan upaya penguatan kualitas jaringan dengan melakukan peningkatan kapasitas 155 unit Base Transceiver Station [BTS] 4G/LTE dan melakukan penambahan sebanyak 284 unit BTS 4G/LTE baru, mengoperasikan tambahan 60 unit Compact Mobile BTS [COMBAT] seluruh wilayah POI, melengkapi total lebih dari 255.000 unit BTS Telkomsel yang sebagian besarnya telah didukung teknologi broadband 4G/LTE dan menjangkau 96 persen wilayah populasi di Indonesia," terangnya.

PT XL Axiata Tbk. (XL Axiata) juga telah memperkuat jaringan telekomunikasinya guna menyambut Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan penguatan jaringan menjadi kebutuhan yang harus dilakukan, baik di pemukiman maupun di area tujuan mudik. Secara umum, XL Axiata telah menyiapkan kapasitas jaringan yang lebih besar, hingga dua kali dibandingkan hari normal.

Dia memperkirakan trafik akan meningkat hingga 10 persen selama Ramadan dibandingkan trafik di hari biasa, dan akan meningkat hingga 15 persen saat masuk di masa libur Lebaran.

Gede menambahkan, untuk menjamin kemampuan jaringan menampung lonjakan trafik nanti, kapasitas akan dinaikkan hingga tiga kali dari hari normal. Saat ini atau di hari normal biasa, trafik jaringan data XL Axiata sebesar 22 PB (Petabyte).

Bukan itu saja, manajemen juga menyiapkan mobile BTS untuk mendukung penguatan jaringan di lokasi yang rawan terjadi kepadatan trafik. Dari kantor pusat XL Axiata juga dilakukan pemantauan kondisi jaringan di seluruh wilayah operasi melalui fasilitas pusat monitoring Customer Experience & Service Operation Center (CESOC).

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) juga melakukan hal serupa. Sejumlah upaya dilakukan dengan meningkatkan kapasitas jaringan yang lebih tinggi dibanding hari-hari biasa, optimalisasi existing sites dengan menerapkan Multi Operator Core Network (MOCN), menyiapkan mobile BTS, melakukan monitoring secara intensif, sampai dengan mempersiapkan dukungan operasional lainnya.

Smartfren bahkan jauh-jauh hari sudah melakukan sejumlah upaya antisipasi terhadap potensi lonjakan trafik internet saat Ramadan dan Lebaran 2022. Secara nasional, perusahaan memprediksi adanya peningkatan penggunaan layanan sebesar 14,5 persen.

VP of Network Operations Smartfren Agus Rohmat mengatakan manajemen telah menyelesaikan perluasan dan optimasi jaringan di seluruh wilayah operasionalnya. Saat ini, optimasi jaringan secara nasional telah selesai 100 persen dan perluasan jaringan juga telah berhasil meningkatkan coverage nasional Smartfren hingga 2,4 persen.

Adapun dia memerinci, Smartfren secara rutin melakukan optimasi dan peningkatan coverage di berbagai wilayah operasional seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan dan Sulawesi.

Smartfren juga menerapkan teknologi jaringan dengan desain full redundant dan memiliki teknologi automatic switch over sehingga perubahan kebutuhan kapasitas bisa disesuaikan dengan cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

operator seluler Ramadan
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top