Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Bisnis Rintisan Berkembang, StaffAny Luncurkan Startup Plan Gratis

Paket Start Up Plan membantu pengusaha bisnis rintisan untuk mengurangi biaya operasional, membangun visibilitas, dan meningkatkan produktivitas dengan gratis.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 16 Maret 2022  |  22:44 WIB
StaffAny_Team_2022_Mask_Off
StaffAny_Team_2022_Mask_Off

Bisnis.com, JAKARTA - StaffAny, platform yang dibuat untuk membantu UKM dalam manajemen pegawai dengan sistem shift, meluncurkan paket Startup Plan yang dapat digunakan secara gratis.

Janson Seah, Co-Founder StaffAny menerangkan, selain mendapatkan tips dan trik pengelolaan biaya tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas tim, pelaku bisnis yang mempekerjakan karyawan dengan sistem shift juga akan mendapatkan dukungan eksklusif dari komunitas.

Selain itu serta beasiswa penuh untuk penggunaan software manajemen StaffAny, sampai berkembang dan memiliki minimal 25 pegawai. Semua pelaku bisnis di Indonesia yang telah beroperasi kurang dari satu tahun bisa mendaftarkan diri dalam program Startup Plan StaffAny.

“Tujuan peluncuran inisiatif baru ini adalah untuk mempermudah sistem operasional bisnis rintisan dalam pengaturan Sumber Daya Manusia (SDM), agar mereka dapat berkembang lebih cepat dengan cara memanfaatkan tools gratis yang disediakan StaffAny,” ujarnya, seperti dikutip, Rabu (16/3).

Startup Plan StaffAny dapat diakses melalui aplikasi seluler dan web. Pengguna bisa dengan mudah membuat atau memperbaharui jadwal kerja shift, yang kemudian disebarkan dan diumumkan secara otomatis oleh StaffAny kepada semua anggota tim.

Menurutnya, dengan begitu, alur dan jadwal kerja setiap karyawan dapat tersinkronisasi secara real-time. Ketika staf mengisi absensi harian via StaffAny, aplikasi ini pun otomatis mentabulasi dan mengkonsolidasikannya di balik layar, sehingga manajer hanya perlu login untuk memeriksa dan melakukan penyesuaian ketika dibutuhkan.

“Kami percaya bahwa akan sangat sulit untuk mengelola sesuatu ketika kita tidak punya tolak ukurnya. Itulah kenapa, salah satu alasan utama kegagalan bisnis adalah kurangnya kejelasan tentang pengeluaran biaya tenaga kerja. Kami juga melihat bahwa 60% bisnis baru gagal dalam dua tahun pertama karena manajemen staf dan perencanaan sumber daya yang kurang profesional,” ujarnya

Karena itu, lanjutnya, dengan menyediakan tools pendukung terbaik untuk pelaku bisnis, kami berharap bisa memperbesar peluang mereka untuk berkembang dan berkontribusi pada perekonomian negara.

Biasanya, kata dia, bisnis yang baru berdiri jarang memiliki waktu ataupun kemampuan untuk mentransformasi operasional mereka menjadi serba-digital dan serba-otomatis. Hal ini bisa berakibat pada kesalahan dalam absensi kehadiran, penugasan shift, korupsi waktu kerja, atau pembayaran lembur yang salah.

Selain itu, banyak faktor kesalahan manusia serta ketidakakuratan data yang membuat produktivitas perusahaan menjadi rendah dan biaya pengoperasian SDM melonjak tinggi karena menggunakan cara manual yang menghabiskan waktu (seperti kartu absen, mesin biometrik, atau Excel).

Selain itu, di tengah situasi new normal akibat pandemi Covid-19 belakangan ini, StaffAny juga melihat adanya lonjakan permintaan terhadap sistem absensi nirsentuh (contactless) yang dapat menggantikan dan memodernisasi kartu absen atau sistem biometrik. Lonjakan ini biasanya terjadi di bisnis yang membutuhkan kehadiran fisik, seperti staf lapangan, F&B, toko ritel offline, gerai di mal, dll.

“Dimana kami bisa mengecek kehadiran staf secara real-time, apakah mereka sudah masuk atau belum. Penjadwalannya juga mudah. Setelah mencoba begitu banyak aplikasi di pasaran, saya memilih StaffAny karena paling simpel dan efektif sejauh ini, tanpa navigasi sistem yang terlalu ribet atau dibanjiri iklan,” kata Nidzar, Pemilik Pasela, bisnis F&B lokal di Indonesia.

Dengan penggunaan tools manajemen SDM cerdas seperti StaffAny, pelaku usaha umumnya menghemat biaya tenaga kerja sekitar 2,3%. Mereka juga dapat menghemat waktu hingga 2 hari kerja, yang biasanya dihabiskan untuk konsolidasi timesheet dan menghemat 70% waktu yang biasanya dihabiskan untuk membuat dan memperbaharui jadwal mingguan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Puput Ady Sukarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top