Embrio Dinosaurus Berusia 66 Juta Tahun Ditemukan di China

Robby Fathan
Senin, 14 Maret 2022 | 15:28 WIB
Dinosaurus/wikipedia
Dinosaurus/wikipedia
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA  Para Ilmuan di China mengumumkan penemuan embrio dinosaurus yang telah diawetkan dengan sempurna dan sedang bersiap untuk menetas dari telurnya, layaknya seekor ayam

Fosil embrio itu ditemukan di Ganzhou, Cina Selatan dan sekarang berada di sekarang berada di Museum Sejarah Alam Batu Yingliang di Provinsi Fujian, China Timur.

Museum itu menjuluki spesimen Yingliangbeibei. Embrio dinosaurus diawetkan dalam keadaan yang cukup primitif, tidak terganggu oleh fosilisasi, dan menunjukkan gambaran yang jelas tentang bagaimana jadinya ketika ia hidup.

Para peneliti memperkirakan setidaknya embrio itu sudah berusia 66 juta tahun, berasal dari dinosaurus theropoda ompong, atau Oviraptorosaur, yang oleh para peneliti dijuluki 'Baby Yingliang'.

Penemuan ini juga memberi para peneliti pemahaman yang lebih besar tentang hubungan antara dinosaurus dan burung modern. Fosil menunjukkan embrio berada dalam posisi melengkung yang dikenal sebagai "menyelipkan", yang merupakan perilaku yang terlihat pada burung sesaat sebelum mereka menetas.

Dikutip dari jurnal 'iScience', seperti dilansir France24. Peneliti Dr Fion Waisum Ma mengatakan itu merupakan "embrio dinosaurus terbaik yang pernah ditemukan dalam sejarah"

Oviraptorosaurus, yang berarti "kadal pencuri telur", adalah dinosaurus berbulu yang hidup di tempat yang sekarang disebut Asia dan Amerika Utara selama periode Kapur Akhir - antara 100 juta hingga 66 juta tahun yang lalu.

Ahli paleontologi Prof Steve Brusatte yang juga merupakan bagian dari tim peneliti, menyampaikan di twitter bahwa itu adalah "salah satu fosil dinosaurus paling menakjubkan" yang pernah dia lihat, dan bahwa embrionya hampir menetas.

Baby Yingliang memiliki panjang 27 cm dari kepala sampai ekor, dan berada di dalam telur berukuran 6,7 inchi di Yingliang Stone Nature History Museum, China. Telur tersebut pertama kali ditemukan pada 2000, tapi ditempatkan dalam pendingin selama 10 tahun.

Hanya ketika pekerjaan konstruksi dimulai di museum dan fosil-fosil tua sedang disortir, para peneliti mengalihkan perhatian mereka ke telur, yang mereka duga mengandung embrio di dalamnya.

Tim Peneliti berharap untuk mempelajari Bayi Yingliang secara lebih rinci menggunakan teknik pemindaian canggih untuk menggambarkan kerangka lengkapnya, termasuk tulang tengkoraknya, karena sebagian tubuhnya masih tertutup batu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Robby Fathan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper