Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei Sejasa: Pendapatan UKM 2022 Bakal Lebih Baik

Survei Sejasa menemukan 73,6 persen mitra meningkatkan pendapatan dan keuntungan pada 2021.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 18 Februari 2022  |  15:30 WIB
Jasa renovasi rumah - Istimewa
Jasa renovasi rumah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Survei tahunan yang dilakukan oleh Sejasa menunjukkan sepanjang 2021 telah terjadi peningkatan pemulihan UKM dan tingkat optimisme para pelaku industri jasa sektor UKM terhadap pertumbuhan bisnis di 2022.

Pertumbuhan bisnis pada 2021 ada di layanan servis elektronik, kebersihan, perbaikan rumah, dan kecantikan. Kondisi ini memberikan secerca harapan bagi pelaku UKM.

Co-Founder Sejasa Anthony Eka Wijaya menyebut dari hasil survei, lebih dari 70 persen penyedia jasa di Indonesia yang berafiliasi dengan Sejasa, telah mempertahankan dan meningkatkan pendapatan pada 2021.

“Perubahan tren layanan penyedia jasa pada 2021, sangat mempengaruhi industri jasa sektor UKM,” seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (18/2/2022).

Survei juga menemukan 73,6 persen mitra Sejasa berhasil meningkatkan pendapatan dan keuntungan mereka pada 2021. Hal ini, tentunya menunjukkan bahwa tahun 2021 telah menjadi tahun pemulihan bagi para mitra kami.

Optimisme tetap dirasakan oleh para penyedia jasa meskipun pandemi Covid-19 telah memberikan dampak dan pukulan yang cukup keras. Dampak yang dirasakan termasuk pivot atau pemotongan biaya hingga celah untuk dapat berinovasi.

Sejasa yang dinaungi oleh Recommend Group yang berasal dari Singapura, telah melakukan survei pada Januari 2022 kepada 797 UKM yang bergerak di bidang layanan penyedia jasa di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Makassar, dan kota-kota lainnya.

Dalam memahami tantangan yang dihadapi penyedia jasa selama pandemi, Sejasa menemukan, 26 persen para penyedia jasa menghadapi persaingan yang cukup ketat, 23.5 persen lainnya mengalami peningkatan biaya bisnis, dan 21,3 persen menyatakan adanya fluktuasi permintaan pelanggan yang sangat dipengaruhi oleh situasi saat ini.

Di antara para penyedia jasa yang berhasil meningkatkan pendapatan, terdapat 44.9 persen dari mereka mengalami peningkatan pendapatan hingga lebih dari 50 persen.

Meskipun begitu, penting untuk melihat bahwa 22,2 persen responden lainnya mengalami penurunan di akhir 2021 dan 73,4 persen dari keseluruhan responden menyatakan bahwa mereka mengalami kenaikan biaya bisnis.

Walaupun situasi saat ini cukup menantang, tetapi sebanyak 67,6 persen para pelaku bisnis tetap merasa optimis akan adanya pemulihan sebelum akhir 2022.

“Kami mengharapkan adanya peningkatan volume untuk industri layanan penyedia jasa pada 2022, sebab para pelaku bisnis merasa optimis akan pemulihan pada akhir 2022. Kami juga terus mendukung industri layanan penyedia jasa dan berusaha mendapatkan lebih banyak penyedia jasa profesional untuk memenuhi permintaan,” ujar Anthony.

Sebagai informasi, Recommend Group sebagai perusahaan induk Sejasa, saat ini telah memeriksa lebih dari 80.000 perusahaan dan individu profesional layanan jasa di ASEAN dan secara aktif bekerja dengan penyedia jasa untuk menstandarisasi cakupan layanan, harga, meningkatkan kualitas, pembayaran tanpa uang tunai, hingga memberikan jaminan layanan dan perlindungan asuransi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm ukm sejasa
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top