Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CrediBook Bakal Perluas Jangkauan Fitur Grosir Digital CrediMart

CrediMart menjadi salah satu inovasi yang mengalami pertumbuhan paling pesat buat CrediBook. Pelaku grosir dan peritel sama-sama merasa puas.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 Februari 2022  |  14:44 WIB
Ilustrasi CrediBook.  - Dok. Istimewa
Ilustrasi CrediBook. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Platform pembukuan keuangan digital dan enabler UMKM, CrediBook (PT Ruang Dagang Internasional) mulai fokus memperkuat fitur grosir digitalnya, CrediMart.

CEO & Co-Founder CrediBook Gabriel Frans mengungkap alasannya, CrediMart menjadi salah satu inovasi yang mengalami pertumbuhan paling pesat. Sejak diluncurkan pada September 2021 lalu, CrediMart mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 350 persen.

"Melalui CrediMart, kami menyelesaikan masalah dalam pengadaan barang sekaligus menggarap peluang di sektor grosir. CrediMart memberdayakan usaha grosir konvensional dalam proses pengadaan barang tanpa mengganggu alur rantai pasok," jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (12/2/2022).

CrediMart kini telah beroperasi dan bekerja sama dengan toko grosir konvensional di lebih dari 40 kota di Indonesia. CrediMart telah memberikan dampak nyata pada pertumbuhan usaha pelaku grosir konvensional, karena perputaran barangnya lebih cepat. Sementara bagi peritel, pengalaman berbelanja mereka jadi lebih nyaman karena cukup melalui online.

CrediMart menyediakan tiga dukungan bagi pelaku grosir. Pertama, kapasitas digital berupa aplikasi online ordering untuk memudahkan toko grosir menerima pesanan dan manajemen stok, serta toko online via CrediMart untuk membantu meningkatkan pelanggan ritel baru secara online.

"CrediMart tidak memotong pemasok dan tidak memiliki aset gudang seperti perusahaan grosir lainnya. Kami justru meningkatkan kapasitas penjualan grosir konvensional. Selain itu, target pasar CrediMart juga luas dan multi-sektor. Selama grosir menjualkan barangnya ke pedagang ritel, ini masuk segmen CrediMart, jadi bukan terbatas di warung saja," jelasnya.

Kedua, dukungan logistik berupa CrediMart Assistant yang akan mengambil barang dari toko grosir konvensional untuk diantarkan ke peritel dalam waktu 1 x 24 jam.

Ketiga, fleksibilitas pembayaran melalui metode tempo untuk menjawab kebutuhan dan mendukung pengelolaan arus kas peritel, sebab toko grosir konvensional memiliki keterbatasan modal untuk memberikan pembayaran tempo.

Berdasarkan testimoni para peritel, CrediMart mencatat pemanfaatan pembayaran tempo meningkat. Fitur ini digemari karena peritel tetap bisa memenuhi kebutuhan dagang sekaligus memiliki keleluasaan untuk mengelola arus kas. Tenornya pun bisa disesuaikan bergantung sektor.

"Saat ini CrediMart bukan hanya menawarkan produk FMCG, namun juga produk industri lainnya seperti bahan bangunan, alat tulis dan keperluan kantor, obat-obatan bebas, hingga otomotif. Ke depan, CrediMart akan lebih banyak fokus pada perluasan kategori produk, seperti fesyen, kriya, dan industri rumahan. CrediMart juga akan memperbanyak kemitraan dengan toko grosir konvensional di berbagai daerah," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp fintech
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top