Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Brick Raih Pendanaan Rp122 Miliar dari Flourish Ventures dan Antler

Brick raih pendanaan Rp122 miliar dari Flourish Ventures dan Antler untuk mengembangkan platform teknologi, sehingga bisa menawarkan produk baru.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 Februari 2022  |  14:04 WIB
Brick Raih Pendanaan Rp122 Miliar dari Flourish Ventures dan Antler
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Brick, perusahaan teknologi finansial alias fintech asal Indonesia, penyedia Application Programming Interfaces (APIs) menerima pendanaan senilai US$8,5 juta atau sekitar Rp122 miliar dari modal ventura global.

Cofounder & CEO Brick Gavin Tan mengatakan pendanaan ini sejalan dengan rencana perusahaan yang tengah membangun infrastruktur tekfin untuk perusahaan teknologi di Asia Tenggara.

“Pendanaan ini membantu kami untuk tumbuh dengan cepat, mengembangkan platform teknologi kami untuk menawarkan beragam produk baru, serta mendukung lebih banyak pengembang dan start-up Asia Tenggara untuk membangun layanan keuangan yang inklusif. Kami senang menyambut Flourish dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan Antler," kata Gavin Tan melalui siaran pers, Sabtu (11/2/2022).

Pendanaan dipimpin oleh modal ventura global Flourish Ventures dan Antler serta diikuti oleh Trihill Capital yang juga merupakan investor sebelumnya, Better Tomorrow Venture dan Rally Cap Ventures. Tokoh global terkemuka dalam industri tekfin juga ikut serta yaitu Sima Gandhi (Plaid, Creative Juice), Yan Wu (Bond), Brian Ma (Zero Down), Ooi Hsu Ken (Iterative), Amrish Rau (Pine Labs) dan Andrea Baronchelli (Aspire).

Brick tercatat telah bekerja sama dengan ribuan pengembang di Indonesia dan memiliki lebih dari 50 klien termasuk beberapa perusahaan tekfin. Di antaranya Sinarmas Group dan Astra Financial. Brick telah mendukung lebih dari 13 juta panggilan API dan 1 juta konsumen setiap bulannya.

Brick membangun APIs untuk tekfin dan perusahaan teknologi. API Brick memudahkan platform tekfin untuk menawarkan jasa pembayaran, kredit, investasi dan asuransi kepada konsumen dengan menghubungkan platform mereka dengan sumber data yang bersifat hyper-local.

Meski saat ini masih fokus pada Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Brick berencana untuk mengembangkan bisnisnya ke seluruh Asia Tenggara, dimulai dengan Singapura dan Filipina.

Global Investments Advisor Flourish Ventures Smita Aggarwal menilai Brick berada di posisi ideal untuk terus tumbuh. Dia mengatakan percepatan pertumbuhan layanan keuangan di Asia Tenggara memang memerlukan infrastruktur yang memungkinkan integrasi yang aman dan cepat untuk verifikasi identitas, penjaminan kredit, dan perencanaan keuangan bagi pelanggan.

"Kami senang dengan momentum yang telah dibuat Brick dalam waktu singkat dan bagaimana hal itu meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mengakses produk keuangan digital. Kami percaya bahwa adopsi yang luas dari Open Finance dapat mempercepat inklusi keuangan di seluruh wilayah dan memberikan dorongan yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi," kata Aggrawal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendanaan fintech
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top