Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-siap, 39 Wilayah di Indonesia Ini akan Alami Fenomena Ekuiluks

Berikut 36 kota lainnya di lima provinsi berbeda yang juga akan mengalami ekuiluks sejak 20 Januari hingga 26 Februari mendatang
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  13:21 WIB
Planet bumi bulat - istimewa
Planet bumi bulat - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga ibukota provinsi di belahan utara Indonesia akan mengalami fenomena yang disebut Ekuiluks. Apa itu Ekuiluks?

Mengutip Lapan, secara singkat, ekuiluks adalah fenomena astronomis ketika panjang siang tepat sama dengan panjang malam yakni 12 jam. Penjelasan lengkap mengenai ekuiluks dan perbedaannya dengan ekuinoks dapat disimak di sini.

Sedangkan, tiga ibukota provinsi yang dimaksud adalah Tanjungselor (Kalimantan Utara) pada tanggal 27 Januari, Medan (Sumatera Utara) pada tanggal 10 Februari dan Banda Aceh (NAD) pada tanggal 25 Februari.

Sebagaimana dengan ekuinoks, ekuiluks dapat terjadi dua kali setahun. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 15 Oktober (Sabang) hingga 18 November (Subulussalam) mendatang. Ekuiluks hanya fenomena astronomis biasa, tidak berdampak apapun ke kehidupan manusia.

Meskipun demikian, secara praktis, langit akan mulai tampak terang ketika terjadi aram beberapa menit sebelum Matahari terbit (sebagai fajar) maupun beberapa menit setelah Matahari terbenam (sebagai senja). Aram terjadi dikarenakan oleh pembiasan sinar Matahari oleh atmosfer Bumi, sehingga saat Matahari terbenam, langit tidak seketika gelap dan menjelang Matahari terbit, langit tidak seketika terang.

Selain ketiga kota tersebut, masih ada 36 kota lainnya di lima provinsi berbeda yang juga akan mengalami ekuiluks sejak 20 Januari hingga 26 Februari mendatang, yakni sebagai berikut:

Subulussalam (NAD): 20 Januari
Sidikalang (Sumatera Utara): 24 Januari
Pulau Subi (Kep. Riau): 28 Januari
Pematangsiantar (Sumatera Utara): 29 Januari
Kisaran (Sumatera Utara): 30 Januari
Tanjungbalai (Sumatera Utara): 30 Januari
Anambas (Kepulauan Riau): 31 Januari
Kabanjahe (Sumatera Utara): 2 Februari
Berastagi (Sumatera Utara):4 Februari
Tapaktuan (Sumatera Utara): 5 Februari
Tebingtinggi (Sumatera Utara) : 6 Februari
Tarakan (Kalimantan Utara): 6 Februari
Kutacane (NAD): 9 Februari
Deli Serdang: 9 Februari
Tanjungmorawa: 9 Februari
Lubukpakam (Sumatera Utara): 9 Februari
Binjai (Sumatera Utara): 10 Februari
Tahuna (Sulawesi Utara): 10 Februari
Blangpidie (NAD) : 12 Februari
Stabat (Sumatera Utara): 12 Febuari
Pulau Natuna (Kepulauan Riau): 13 Februari
Pangkalanbrandan (Sumatera Utara): 14 Februari
Blangkejeren (NAD): 14 Februari
Melongguane (Sulawesi Utara): 15 Februari
Meulaboh (NAD): 16 Februari
Nunukan (Kalimantan Utara): 17 Februari
Langsa (NAD): 18 Februari
Takengon (NAD): 20 Februari
Dampulis (Sulawesi Utara) : 21 Februari
Benermeriah (NAD): 21 Februari
Lhoksumawe (NAD): 23 Februari
Bireuen (NAD): 23 Februari
Sigli (NAD): 24 Februari
Jantho (NAD): 24 Februari
Miangas (Sulawesi Utara): 25 Februari
Sabang (NAD): 26 Februari

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lapan fenomena
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top