Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Minuman Kekinian Haus! Raih Pendapatan Rp252 Miliar pada 2021

Startup asal Indonesia yang menjual minuman kekinian, Haus! meraih pendapatan Rp252 miliar pada 2021. Apa rahasianya?
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  19:13 WIB
Haus! startup yang menjual minuman kekinian - Istimewa
Haus! startup yang menjual minuman kekinian - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Haus!, startup Indonesia yang bergerak di bidang makanan dan minuman (F&B) kekinian, meraih pendapatan sebesar Rp252 miliar sepanjang 2021. Kinerja baik tersebut ditopang oleh catatan penjualan produk dari 162 gerai Haus! yang mencapai rerata penjualan senilai 6,5 juta rupiah per hari.

CEO & Co-Founder Haus! Gufron Syarif mengatakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan merupakan salah satu target perusahaan yang ingin dijaga.

“Sejak didirikan pada 2018, Haus! ingin menjadi perusahaan yang tumbuh secara berkelanjutan dengan misi untuk menyebarkan kebahagiaan lewat segelas minuman," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (21/1/2022).

Berbeda dengan startup F&B sejenis, dia mengatakan Haus! tidak menerapkan sistem franchise (waralaba) dalam ekspansi bisnis. Justru, seluruh gerai dimiliki atau dikelola penuh oleh manajemen Haus!.

Dengan menerapkan sistem tersebut Gufron mengatakan pihakna menghadirkan pengalaman yang terbaik bagi pelanggan lewat produk dan layanan Haus! karena manajemen memiliki kendali penuh terhadap setiap gerai yang beroperasi.

Dia menuturkan dalam tiga tahun perjalanannya Haus! telah menjangkau sejumlah kota di Indonesia. Termasuk kota di luar Jabodetabek seperti Surabaya, Bandung, Jogja, Solo, Karawang, Serang, dan Cilegon.

“Kami sangat gembira dengan animo masyarakat Indonesia yang menilai kualitas produk kami tidak kalah dengan kompetitor sejenis yang bermain di segmen lebih premium,” imbuhnya Gufron.

Dia optimistis Haus! dapat terus bersaing di segmen produk minuman kekinian ini sekaligus menjangkau target pasar yang merupakan masyarakat dari kalangan aspiring middle class dan middle class.

Selain itu, lanjutnya saat ini lebih dari 60 persen komposisi penjualan produk 'Haus!' ditopang oleh aplikasi agregator layanan pesanan antar online, seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.

Hal tersebut diperkuat dengan data Laporan eConomy 2021 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company. Data menyebutkan peningkatan sektor layanan pesan antar sebesar 36 persen di Indonesia pada 2021 dan diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2025 dengan GMV (gross merchandise value) yang mencapai US$16,8 miliar.

Tren ini juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan penjualan Haus! sebesar 54,5 persen dari US$11 juta atau Rp156 miliar pada 2020 menjadi US$17,53 atau Rp252 miliar pada 2021.

Haus! sendiri memiliki basis pelanggan yang cukup kuat di wilayah non perkotaan. Gerai yang berada di kota seperti Sukabumi, Gresik, dan Sidoarjo misalnya, volume transaksi penjualannya tidak kalah dengan gerai yang ada di Jabodetabek.

"Kami akan terus berekspansi ke kota tier 2, tier 3 dan tier 4 untuk menjadi brand minuman favorit bagi seluruh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

franchise industri makanan dan minuman StartUp
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top