Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raksasa Teknologi Getol Bangun Metaverse, Indonesia Belum Siap

Asosiasi Digital Kreatif Indonesia menilai pasar Indonesia belum siap menerima metaverse.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  18:44 WIB
Pengunjung berada di dekat instalasi seni imersif berjudul
Pengunjung berada di dekat instalasi seni imersif berjudul "Machine Halusinasi - Space: Metaverse" saat acara Digital Art Fair Asia yang menampilkan seni digital dan NFT di Hong Kong, China, Minggu (3/10/2021) Bloomberg - Lam Yik

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan asosiasi menilai masyarakat dan pasar di Indonesia belum siap menerima keberadaan metaverse sebagai sebuah layanan yang dapat digunakan dalam keseharian. Walaupun, sudah ada beberapa pelaku industri lokal yang membuat layanan teknologi penyokong metaverse.

Ketua Umum Asosiasi Digital Kreatif Indonesia Saga Iqranegara menyebut, beberapa entitas industri lokal sudah ada membuat metaverse.

"Keberadaan teknologi baru tersebut direspon oleh para entitas lokal, ekosistemnya masih belum lengkap untuk saat ini," ujarnya, Senin (17/1/2022).

Menurutnya, para pemain di industri kreatif dan digital Indonesia saat ini secara perlahan membentuk ekosistem yang dibutuhkan untuk menyokong metaverse.

Namun, dia melanjutkan, langkah-langkah tersebut belum spesifik mengarah pada bisnis atau layanan yang khusus merambah metaverse.

Saga menuturkan masyarakat dan pasar yang tersedia belum siap untuk menerima layanan metaverse secara luas seperti penerimaan masyarakat terhadap layanan teknologi yang sudah ada saat ini.

Saga berharap, dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama akan muncul satu entitas lokal yang menyediakan akses dan layanan metaverse secara khusus serta mampu diakses secara luas oleh masyarakat.

"Jika layanan tersebut ramai digunakan dan jadi pembicaraan publik, secara langsung akan membangun kesadaran masyarakat tentang metaverse," katanya.

Tahun ini bakal menjadi tahun terbesar untuk metaverse, karena perusahaan raksasa di bidang teknologi seperti induk Facebook, yakni Meta, Apple, Microsoft dan Google bersiap untuk merilis produk perangkat keras dan layanan perangkat lunak baru untuk menopang perkembangan baru di dunia teknologi tersebut.

Metaverse di sini menggambarkan perangkat lunak dan perangkat keras yang memungkinkan pengguna untuk bermain atau bekerja di ruang virtual 3-D, atau menarik informasi dari internet dan mengintegrasikannya dengan dunia nyata secara real time.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

metaverse
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top