Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seperti di Eropa, 5G Indonesia Berpotensi Hadirkan Mikro Operator

Terdapat banyak konsep mengenai mikro operator, yang intinya adalah penggelaran layanan 5G di luar dari operator telekomunikasi selaku penyelenggara seluler pemilik lisensi. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  06:16 WIB
Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G.  - freepik
Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G. - freepik

Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai penggelaran 5G di Indonesia berpeluang menghadirkan mikro operator. 

Terdapat banyak konsep mengenai mikro operator, yang intinya adalah penggelaran layanan 5G di luar dari operator telekomunikasi selaku penyelenggara seluler pemilik lisensi. 

Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno mengatakan mikro operator saat ini telah beroperasi di beberapa negara di eropa. Salah satu kisah sukses mikro operator di sana adalah keberhasilan digitalisasi di bandara-bandara. 

Teknologi informasi, termasuk 5G, banyak digunakan di bandara untuk mengatasi sejumlah permasalahan seperti pembayaran, tiket, dan lain sebagainya. 

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan itu, menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan operator seluler, sebagai pemegang lisensi. 

“Maka kehadiran 5G di sana kolaborasi dengan berbagai vendor pemasok untuk menjalankan bisnis di Bandara yang menggunakan 5G,” kata Sarwoto, Sabtu (16/1).

Dengan mikro operator, kata Sarwoto, maka kasus pemanfaatan 5G bisa dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Kustomisasi dimungkinkan mengingat vendor memiliki solusi, pengalaman dan fokus yang lebih besar dari operator. 

Sarwoto memaparkan terdapat 5 skenario untuk mikro operator. Masing-masing skenario memiliki fokus yang berbeda-beda dalam kepemilikan jaringan, kepemilikan frekuensi, kerja sama dengan jaringan bergerak seluler (Jabersel),  operasional jaringan, elemen jaringan dan kepemilikan aplikasi. 

Kerja sama yang terjalin antara operator seluler dengan mikro operator berlandaskan pada kebutuhan masing-masing. 

Mikro operator mungkin dapat menghadirkan solusi 5G, namun mereka tidak memiliki lisensi untuk menggelar 5G. 

“Bahwa dia nanti perlu izin itu harus diselesaikan segera, tetapi yang paling penting kolaborasi harus terjadi dan melahirkan pemanfaatan dalam hal pengembangan 5G,” kata Sarwoto.  

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi operator telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top