Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alibaba Cloud Ajak Masyarakat Go Digital Melalui Event Tahunan yang Memperkenalkan Komputasi Awan

Komputasi awan telah menjadi faktor penting untuk menopang transformasi digital yang kian masif tersebut.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  09:45 WIB
Foto: dok. Alibaba Cloud
Foto: dok. Alibaba Cloud

Bisnis.com, JAKARTA – Komputasi awan atau cloud computing telah menjadi tulang punggung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Layanan teknologi ini dimanfaatkan sebagai infrastruktur di berbagai sektor kehidupan.

Tren transformasi digital di Nusantara pun semakin meningkat, sejalan dengan masifnya pergeseran aktivitas masyarakat ke ruang online atau dalam jaringan (daring).

Leon Chen, Country Manager Alibaba Cloud Indonesia, mengatakan saat ini hampir seluruh aktivitas masyarakat, dari pagi hingga malam hari, ditopang teknologi. Di tengah kondisi itu, komputasi awan menjadi faktor penting untuk menopang transformasi digital yang kian masif tersebut.

“Secara umum aktivitas harian kita sangat berbuah dibandingkan sepuluh tahun lalu. Digitalisasi terus berjalan, dan cloud technology menjadi underlying bagi semua layanan digital tersebut,” ungkapnya dalam kegiatan bertajuk 1 Day in Life with Alibaba Cloud, yang dihelat secara daring, Kamis (6/1/2021).

Leon mengatakan Alibaba Cloud hadir di Indonesia sejak 2016 dan telah mengembangkan tim lokal, ekosistem, jejaring mitra, termasuk para usaha rintisan atau start-up, menjalankan program digital talent untuk melayani kebutuhan berbagai pihak, baik bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) maupun perusahaan multinasional.

Alibaba Cloud, yang menjadi tulang punggung teknologi digital dan inteligensi dari Alibaba Group, saat ini sudah memiliki tiga data center lokal di Indonesia. Selain itu, Alibaba Cloud juga memiliki sebuah data scrubbing center lokal untuk memberikan proteksi terhadap serangan DDoS.

Foto: dok. Alibaba Cloud

“Tujuan Alibaba Group adalah untuk mempermudah pengembangan bisnis di manapun. Tahun ini kami memperluas layanan kami di pasar Indonesia. Kami siap untuk bekerja sama dengan banyak partner untuk memperkuat ekosistem, terutama finansial, manufaktur dan industri ritel,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Alex Budiyanto menekankan perlunya edukasi yang masif kepada masyarakat ihwal pentingnya layanan komputasi awan.

“Kami sudah sering melakukan kerja sama dengan Alibaba Cloud untuk mengedukasi pasar Indonesia. Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan pemanfaatan cloud dan menguatkan ekosistem cloud computing di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Tifi Liu, Head of Marketing Alibaba Cloud Indonesia & Vietnam, bahkan menilai hingga 10 tahun ke depan, penggunaan infrastruktur cloud akan menjadi tren utama.

Tidak hanya bermanfaat untuk pelaku usaha besar atau multinational corporation (MNC), Tifi menekankan bahwa komputasi awan akan sangat membantu small medium business (SMB) untuk berkembang di berbagai sektor atau industri.

“Kami ingin membantu seluruh industri di Indonesia untuk Go Digital. Jadi, jangan khawatir meski SMB, Anda bisa mengeksplorasi layanan cloud. Anda bisa tahu bagaimana caranya untuk go digital,” tegasnya.

PERAN KOMPUTASI AWAN DI INDUSTRI

Signifikannya peran teknologi komputasi awan dalam digitalisasi berbagai layanan itu diakui oleh sejumlah mitra Alibaba Cloud yang hadir dan membagikan pengalamannya dalam kegiatan 1 Day in Life with Alibaba Cloud.

Riyanto Wibowo, Head of Engineering Tokopedia, mengungkapkan pihaknya sangat terbantu dengan adanya fitur Auto Scaling yang ditawarkan Alibaba Cloud untuk menjaga scalability dan availability dalam periode tertentu dengan trafik tinggi, misalnya dalam implementasi program Waktu Indonesia Belanja atau WIB.

“Bagaimana caranya untuk maintain scalability and availability dalam periode tersebut dan bagaimana supaya cost-effective. Salah satu fitur yang ditawarkan Alibaba Cloud adalah Auto Scaling,” ungkapnya.

Riyanto menjelaskan layanan tersebut memungkinkan pihaknya untuk menyesuaikan sumber daya komputasi secara otomatis berdasarkan permintaan atau jumlah pengguna dan sebaliknya menguranginya jika permintaan pengguna menurun.

“Kami benar-benar berterima kasih dengan Alibaba, terutama mereka menemani kami ketika kami sepenuhnya bermigrasi ke cloud mulai 2018, dan tumbuh bersama hingga sekarang. Dengan pengalaman dalam keahlian operasi teknologi baru di ekosistem Alibaba, Alibaba Cloud juga membantu kami untuk berinovasi model bisnis kami dan bertujuan untuk membina hubungan strategis jangka panjang untuk berinovasi dan tumbuh bersama.”

Senada dengannya, CTO Kopi Kenangan Fengping Zen menjelaskan layanan Alibaba Cloud memungkinkan terjaganya scalability, availability, dan efficiency pada sistem yang dikembangkan start-up yang baru saja mendapatkan predikat Unicorn ini.

Foto: dok. Alibaba Cloud

Pada 2020 pihaknya merilis aplikasi Kopi Kenangan yang memungkinkan pelanggan setianya mendapatkan berbagai manfaat, menghemat waktu untuk memesan produk dan menyesuaikan pilihan menu mereka.

“Sistem ini memberikan keunggulan berupa proses pemesanan yang lebih cepat, layanan costumer service yang interaktif, manajemen inventaris yang lebih cakap dan operasional berbasiskan data,” ungkapnya.

Dengan dukungan Alibaba Cloud, jelas Fengping, Kopi Kenangan dapat menjaga layanan yang cepat, minim latensi, efisien di tengah peningkatan trafik ke aplikasinya dalam 12 bulan terakhir.

Pentingnya layanan komputasi awan itu pun dirasakan penyedia jasa teknologi di sektor finansial. Andri Purnomo, VP of Information Security DANA Indonesia, menjelaskan di tengah akselerasi digitalisasi masyarakat, jumlah penggunanya meningkat hampir 100 persen atau mendekati 100 juta pelanggan.

Di tengah kondisi itu, jelas Andri, pihaknya perlu mendesain infrastruktur dan ekosistem yang kompleks dan full-automation dengan pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan machine learning, untuk menghasilkan sistem dengan layanan terbaik, cepat dan aman.

“Bermitra dengan Alibaba memberikan keuntungan sendiri, karena menyediakan layanan yang lengkap, banyak variasi, dan mungkin juga terjangkau untuk membantu perusahaan dari sisi teknologi,” ungkapnya.

Ni Made Sunarti, Head of Data Management PT BFI Finance, juga mengakui layanan jasa keuangan membutuhkan partner yang tepat untuk mengakselerasi proses digitalisasi.

Sebagai perusahaan multifinance, jelas dia, pihaknya perlu mengelola data kostumer. Menurutnya, BFI Finance menggunakan Alibaba Cloud untuk menjadi pelengkap bagi data warehouse yang dimiliki perseroan.

“Pemanfaatan data menjadi fondasi bisnis. Kami butuh partner yang bisa cepat memberi solusi dan juga punya roadmap yang jelas untuk ke depan. Karena teknologi data itu never stop. Pemanfaatan data menjadi fondasi,” tegasnya.

Ino Mulyadi, Director PT MIC Transformer, mengatakan layanan cloud juga memudahkan adaptasi bisnis pelatihan sumber daya manusia (SDM) di tengah pandemi Covid-19. Untuk menghadirkan pelatihan berkualitas secara daring, pihaknya mengimplementasikan fusion impact method dengan pengembangan broadcasting system dan aplikasi yang ditopang layanan cloud.

“Kami bahkan mengadakan event yang dihadiri lebih dari 28.000 peserta. Di sini kami terbantu sangat dengan adanya Alibaba Cloud. Jangan takut untuk mencoba teknologi cloud ini. Tidak mahal, tapi tinggi value-nya,” ungkapnya.

Tidak hanya badan usaha, penyelenggara program pemerintah yakni Kartu Prakerja yang mulai beroperasi di tengah pandemi Covid-19 menekankan pentingnya pemanfaatan cloud.

Hengki Sihombing, Director of Operations, Implementation Management Kartu Prakerja, mengatakan layanan tersebut akan memberikan efisiensi dan kecepatan layanan. Apalagi, jelas dia, laman resmi Kartu Prakerja melayani jutaan pengguna dari seluruh Indonesia.

“Intinya itu ada pada speed, scale dan efisiensi. Kartu Prakerja melayani 34 provinsi dan 514 kota/kabupaten, dan kami harus menggunakan cloud supaya terjangkau,” ujarnya.

PENGEMBANGAN UMKM SECARA DIGITAL

Pemanfaatan teknologi komputasi awan tidak hanya menjadi kebutuhan bagi perusahaan multinasional atau korporasi besar. Layanan cloud juga telah menjadi hal penting dalam pengembangan UMKM.

Ficky Septian Ali, Product Manager Niagahoster, perusahaan rintisan yang mengembangkan jasa pembuatan web hosting mengatakan perusahaannya sangat terbantu dengan layanan Alibaba Cloud.

Menurutnya, sejak didirikan pada 2013, bisnis Niagahoster terus bertumbuh dan kebutuhan konsumen terkait server yang memiliki kapasitas besar pun kian meningkat sehingga perusahaannya perlu memiliki mitra perusahaan teknologi raksasa di bidang cloud.

“Sejak 2020 kami mulai menggandeng Alibaba Cloud sebagai mitra karena menyediakan pilihan berbagai lokasi data center di Indonesia, menyediakan banyaknya fitur dengan teknologi canggih. Ini sangat penting untuk pemilik aplikasi dan website,” kata Ficky.

Menariknya lagi, kata Ficky, Alibaba Cloud sangat mengerti bagaimana Niagahoster memiliki konsumen yang rata-rata skala usahanya UMKM atau rintisasn, sehingga butuh teknologi tinggi yang berbiaya murah agar bisnisnya bisa memiliki daya saing dan bertumbuh.

Sementara itu, Shintia Xu, Kepala Bagian Pemasaran Desty App, start-up pembuat aplikasi dan web online untuk UMKM mengatakan saat ini dunia tengah berlari kencang dengan bantuan teknologi informasi, terutama digitalisasi, kecerdasan buatan dan komputasi awan.

Desty App, kata Shintia, menggandeng Alibaba Cloud untuk memgembangkan perangkat bernama Destynasi yang mencakup tiga produk, yakni Desty Page, Desty App dan Desty Menu.

Pembicara lain, Daviant Mahawira, Manajer Pengembangan Bisnis 3dolphins.ai yang bergerak dalam bidang kecerdasan buatan mengatakan pergeseran perilaku masyarakat ke digital harus tetap dirawat oleh pebisnis. Konsumen, jelasnya, itu sangat butuh respons cepat sehingga harus ada pelayanan yang memberikan solusi.

“Salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk merespons kebutuhan konsumen yang ingin serba cepat adalah teknologi chatbot. Kanal komunikasi dalam dunia bisnis itu sangat penting untuk merawat konsumennya. Jadi harus ada kolaborasi antara manusia dalam bisnis dengan teknologi chatbot yang berbasis kecerdasan buatan,” kata Daviant.

Sementara itu Handoko Said, CEO Speedwork, mengatakan teknologi digital membuat pebisnis punya peluang untuk melakukan diversifikasi. Salah satunya dilakukan oleh Speedwork yang bergerak dibidang suku cadang otomotif dan mengedepankan customer journey melalui aplikasi yang ditopang layanan cloud.

“Melalui aplikasi Speedwork, pengguna kendaraan dapat memilih jenis servis yang diinginkan, reservasi, suku cadang yang diperlukan, sampai bengkel terbaik dan terdekat yang direkomendasikan,” kata Handoko.

TINGKATKAN TALENTA DIGITAL INDONESIA

Selain menyediakan komputasi awan sebagai infrastruktur untuk mendukung transformasi digital, Alibaba Cloud juga aktif mengembangkan bakat-bakat digital Tanah Air dengan mendukung upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui program Digital Talent Scholarship (DTS).

Cindy Shu, Manajer International Academy Alibaba Cloud Intelligence, mengatakan pihaknya terus mendukung program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital anak muda Indonesia dan mendukung ekonomi digital yang berkembang pesat. Salah satu bantuan yang diberikan Alibaba Cloud, kata Cindy, melalui  program pelatihan dan sertifikasi.

“Kursus pelatihan bebas biaya ini akan berfokus pada pengetahuan dasar komputasi awan, seperti dasar-dasar layanan komputasi elastis, manajemen server, penskalaan otomatis, dan layanan jaringan,” kata Cindy.

Foto: dok. Alibaba Cloud

Menurut Hary Budiarto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kemenkominfo, pemerintah Indonesia mengadakan program pelatihan dan sertifikasi guna mendukung tenaga kerja yang terkena dampak pandemi, dengan mempersiapkan mereka kembali melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan.  

Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 demi terwujudnya Transformasi Digital Nasional yang digagas Kemenkominfo. Menurut Hary, ada lima arahan dari presiden Jokowi mengenai hal ini, yakni perluasan peningkatan infrastruktur digital, menjalankan roadmap, mengintegrasikan infrastruktur digital, menyiapkan talenta digital dan menyiapkan skema pembiayaan transformasi digital.

“Alibaba Cloud turut memberikan dukungan kuat melalui teknologi cloud-nya untuk memastikan ekosistem pelatihan digital end-to-end berjalan secara efisien dengan infrastruktur yang dapat diandalkan dan aman. Dukungan Alibaba Cloud dalam program-program Kementerian Kominfo sangat besar manfaatnya,” kata Hary.

Dalam kesempatan yang sama, Dudi Sukendar, Government Relation Alibaba Cloud Indonesia mengatakan pihaknya juga menggandeng beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk menjaring talenta digital bukan hanya di kalangan mahasiswa, tetapi juga di kalangan dosen.

“Sudah ribuan orang yang mendaftar, mengikuti pelatihan atau training dan sertifikasi dari Alibaba Cloud. Kami meyakinkan dan memastikan, semua materi pelatihan atau training yang diberikan itu bermanfaat dan bisa langsung diimplementasikan dalam dunia profesional. Sehingga program DTS itu sangat penting bagi mahasiswa atau fresh graduate,” jelas Dudi.

Bagi Anda yang ingin mengetahu lebih lanjut mengenai cloud computing atau Alibaba Cloud, Anda dapat langsung mengunjungi id.alibabacloud.com .


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alibaba alibaba cloud
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top