Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Ponsel 5G Diprediksi Naik Signifikan pada Kuartal II/2022

Adopsi ponsel 5G diperkirakan akan lima kali lebih cepat dibandingkan ponsel 4G.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 07 Januari 2022  |  05:00 WIB
Penjualan Ponsel 5G Diprediksi Naik Signifikan pada Kuartal II/2022
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Bagikan

Bisnis.com JAKARTA — Penjualan ponsel 5G pada kuartal II/2022 diperkirakan naik signifikan. Data yang dihimpun dari dari sejumlah perusahaan riset telah memperlihatkan peluang pertumbuhan tersebut. 

Pendiri dan pemerhati gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian mengatakan merujuk data firma IDC, secara tahunan pertumbuhan ponsel 5G di Indonesia akan naik 2 kali lipat lebih, dari 6,2 persen pada 2021 menjadi 15,8 persen pada 2022.

“Akselerasi ponsel 5G  jauh lebih cepat, diperkirakan 5 kali lebih cepat adopsinya dibandingkan 4G,” kata Lucky, Kamis (6/1/2022).

Sementara itu, secara kuartal II/2021 ke kuartal III/2021, data IDC mengungkapkan ternyata pertumbuhan ponsel 5G naik signifikan, dari 7 persen ke 14 persen.

Berdasarkan data tersebut, Lucky memperkirakan pada kuartal II/2022, pemasaran ponsel 5G bisa naik signifikan dengan 2 digit prosentase dibandingkan dengan kuartal II/2021. 

“Apalagi pada kuartal kedua biasanya para vendor akan berlomba-lomba merilis ponsel baru, menyambut pembelian di Hari Raya. Tren pembeliannya meningkat,” kata Lucky.

Adapun tantangan yang dapat menghambat peluang pertumbuhan tersebut, menurut Lucky, adalah kelangkaan chipset yang parah, atau pandemi yang menghalangi produksi manufaktur.

Lebih khusus untuk ponsel 5G di pita frekuensi 2,3 GHz, menurut Lucky, cukup sulit. Band N40 5G (2.3 GHz) tidak umum digunakan di dunia. Alhasil, beberapa tipe ponsel 5G yang masuk ke Indonesia tidak mendukung 5G di pita 2,3 GHz. 

Sekadar informasi, pita 2,3 GHz adalah salah satu pita frekuensi yang digunakan untuk menggelar 5G di Indonesia. Telkomsel menjadi satu-satunya operator yang memanfaatkan spektrum ini untuk 5G. 

Dia menambahkan meski tidak populer secara global, dengan melihat jumlah pelanggan Telkomsel yang mencapai 170 juta lebih, kemungkinan besar vendor ponsel pintar akan mengakomodir. 

“Vendor kemungkinan akan mengadopsi band 40 ini,” kata Lucky. 

Sementara mengenai ponsel non-5G, kata dia, secara tren dunia, penjualan ponsel 4G atau non-5G mengalami penurunan semenjak mulai masifnya ponsel pintar 5G dipasarkan. 

Harga ponsel 5G yang makin murah, bahkan hingga Rp2 jutaan, mempercepat penurunan penjualan ponsel 4G atau non-5G. 

Dengan terjangkaunya harga ponsel 5G, maka kebanyakan pelanggan akan beralih ke ponsel 5G. 

“Walau secara jaringan 5G di Indonesia masih sangat sedikit cakupannya,” kata Lucky. 

Lebih lanjut, menurutnya, penurunan penjualan ponsel 4G dan beralih ke 5G, akan lebih cepat dibandingkan saat ponsel 3G digantikan oleh ponsel 4G. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone gadget teknologi 5G
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top