Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Spider-Man: No Way Home Dimanfaatkan Pelaku Kejahatan Siber

Euforia film Spider-Man: No Way Home perlu diwaspadai, sebab dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber atau hacker.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 26 Desember 2021  |  09:47 WIB
Awas! Spider-Man: No Way Home Dimanfaatkan Pelaku Kejahatan Siber
Spider/Man No Way Home
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Euforia film Spider-Man: No Way Home perlu diwaspadai, sebab dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber atau hacker.

Dikutip melalui Threatpost, film yang telah tayang di bioskop-bioskop Indonesia per 15 Desember 2021 di Indonesia tersebut turut dijadikan sebagai modus penipuan oleh penjahat siber, salah satunya dengan menyebarkan malware agar dapat menambang (mining) mata uang kripto Monero.

Berdasarkan laporan ReasonLabs, pelaku kejahatan siber menyebarkan torrent Spider-Man: No Way Home yang sudah terinfeksi software mining.

Tim peneliti mengatakan, link torrent Spider-Man: No Way Home ini sudah ada beberapa waktu meskipun film tersebut belum meluncur di bioskop.

"Malware ini adalah edisi baru dari malware yang sebelumnya menyamarkan diri sebagai aplikasi populer, seperti windows updater, discord app, dan sekarang film Spider-Man," ujar tim ReasonLabs, Minggu (26/12/2021)

ReasonLabs melaporkan, file penambang ini diprediksi terkait dengan kelompok hacker dari Rusia berdasarkan namanya. Adapun, saat diterjemahkan, file bernama "spiderman_net_putidomoi.torrent.exe," akan terunggah menjadi file bernama "spiderman_no_wayhome.torrent.exe."

Setelah crypto miner diunduh, korban mungkin tidak segera menyadarinya, berjalan di latar belakang, menguras daya dan kapasitas CPU, tulis ReasonLabs dalam laporannya.

“Meskipun malware ini tidak membahayakan informasi pribadi, kerusakan yang disebabkan oleh crypto miner ini dapat dilihat di tagihan listrik pengguna,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, dituliskan kerusakan dapat dirasakan pada perangkat pengguna karena seringkali membutuhkan penggunaan CPU yang tinggi, yang menyebabkan komputer melambat secara drastis.

Sementara itu, peneliti dari perusahaan keamanan siber Kaspersky juga mengamati aktivitas intensif dari para penipu daring menjelang pemutaran perdana film Spider-Man: No Way Home dan menemukan banyak contoh situs web phishing yang dibuat untuk mencuri detail data.

Penjahat mengincar para penonton yang ingin menonton film superhero terbaru tersebut dengan meminta pengguna untuk mendaftar dan memasukkan informasi kartu kredit.

Setelah itu, uang akan didebit dari kartu pengguna dan data pembayaran dikumpulkan oleh para hacker, dan tentu saja tidak ada penayangan awal film seperti yang dijanjikan.

Pakar keamanan di Kaspersky Tatyana Shcherbakova menjelaskan, banyak para penggemar yang melupakan kewaspadaan siber, dan terburu-buru untuk mengetahui rahasia film itu dan akhirnya terjebak.

“Ekspektasi para penggemar sangatlah tinggi saat ini, bahkan bisa dikatakan lebih tinggi daripada film apa pun. Dan penipu online menggunakan potongan trailer sebagai umpan untuk membuat korban mengunduh file berbahaya serta memasukkan detail perbankan,” ujarnya dalam rilisnya, Minggu (26/12/2021).

Menurutnya, film superhero selalu menarik banyak perhatian para penggemar, potongan filmnya atau trailer sangat dinantikan.

Dalam kebanyakan kasus yang dianalisis, Kaspersky juga menemukan bahwa pengunduh dapat menginstal program lain yang tidak diinginkan. Selain itu terdapat juga Adware bahkan Trojan program berbahaya yang memungkinkan hacker melakukan tindakan yang tidak diizinkan oleh pengguna, seperti mengumpulkan informasi, mengubah data, atau mengganggu kinerja komputer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spiderman kejahatan siber
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top