Banyak Program Inkubator untuk Startup, Apa Gunanya?

Ahmad Thovan Sugandi
Jumat, 3 Desember 2021 | 07:17 WIB
Pengelola perusahaan rintisan digital atau startup mengoperasikan program pelayanan di sebuah kantor bersama berbasis jaringan internet (Coworking space) Ngalup.Co di Malang, Jawa Timur, Senin (12/10/2020). Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan bisa menumbuhkan 750 wirausaha baru berbasis teknologi informasi atau startup digital setiap tahun untuk mendorong lebih banyak pelaku UMKM terakses digital./ANTARA FOTO-Ari Bowo Sucipto
Pengelola perusahaan rintisan digital atau startup mengoperasikan program pelayanan di sebuah kantor bersama berbasis jaringan internet (Coworking space) Ngalup.Co di Malang, Jawa Timur, Senin (12/10/2020). Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan bisa menumbuhkan 750 wirausaha baru berbasis teknologi informasi atau startup digital setiap tahun untuk mendorong lebih banyak pelaku UMKM terakses digital./ANTARA FOTO-Ari Bowo Sucipto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan modal ventura menilai program akselerator dan inkubator startup cukup berdampak dan penting bagi ekososistem bisnis digital.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura dan Start-Up Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro menyebut program inkubator dan akselerator penting bagi perusahaan rintisan agar dapat bertahan serta tumbuh di tengah pasar.

"Investors melihat program tersebut membantu agar lebih banyak entitas berkualitas yang masuk ke kami," ujarnya saat dihubungi secara daring, Kamis (2/12/2021).

Menurut Eddi, program-program tersebut hanya alat bantu. Salah satu tahapan paling penting adalah realisasi dan eksekusi setelah program dijalankan.

Eddi berharap ke depan lebih banyak startup dari berbagai sektor yang mampu diwadahi oleh program inkubator dan akselerator.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani menyebut dari sisi jumlah program inkubator dan akselerator ,Indigo menjadi yang terbanyak menelurkan startup lokal.

"Terbilang sukses selain programnya cukup baik, dari sisi statistik juga mendukung," ujarnya saat dihubungi secara daring.

Sebagai informasi Indigo merupakan penyedia program inkubator dan akselerator startup yang dimiliki oleh PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM).

Program akselerator biasanya membutuhkan waktu hanya 3-6 bulan. Adapun program inkubator dijalankan dalam kurun waktu yang lebih lama yaitu 1-5 tahun..

Menurut laporan DS Inovate 2021, startup aktif  Indigo terbesar ada pada sektor e-commerce  sebanyak 17,7 persen, dan terkecil pada sektor pertanian dengan porsi 1,8 persen. Data tersbeut diambil dari keseluruhan startup yang dinaungi Indigo.

Selama delapan tahun menjalankan program inkubasi dan akselerasi startup digital, Indigo telah membina 52.276 talenta digital yang tersebar di 17 IndigoSpace di seluruh Indonesia.

Dari 194 startup (dari 15 sektor) telah bergabung di Indigo, terdapat 91 alumni startup yang aktif di pasar. Selain itu ada 28 startup yang saat ini sedang dalam program inkubasi dan akselerasi.

Adapun saat ini terdapat 24 startup indigo yang telah memperoleh investasi lanjutan dari berbagai venture capital dan investor dalam dan luar negeri. Hingga saat ini total nilai seed funding sebesar Rp71,35 miliar dan menghasilkan sinergi senilai $2,8 miliar (sekitar  Rp39 triliun).

Salah satu startup jebolan Indigo yang cukup dikenal adalah Privy, perusahaan penyelenggara sertifikat elektronik tersertifikasi dan penyelenggara tanda tangan elektronik.

Selain itu ada Run System, penyedia solusi perangkat lunak ERP  untuk bisnis skala menengah hingga besar di industri manufaktur, distribusi, perdagangan dan jasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper