Google Cloud, Snap, dan Spotify Kembali Normal Setelah Dilanda Gangguan Singkat

Dany Saputra
Rabu, 17 November 2021 | 13:48 WIB
Sebanyak 37% responden menggunakan Snapchat untuk berinteraksi dengan teman dekat mereka, 71% di antaranya mengatakan bahwa Snap yang unik memperkuat persahabatan mereka. /Bisnis.com
Sebanyak 37% responden menggunakan Snapchat untuk berinteraksi dengan teman dekat mereka, 71% di antaranya mengatakan bahwa Snap yang unik memperkuat persahabatan mereka. /Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah aplikasi media sosial seperti Snapchat, Spotify, dan Google Cloud terpantau kembali online setelah mengalami pemadaman singkat berskala global pada Selasa, (16/11/2021).

Dilansir Channel News Asia, Rabu (17/11/2021), Google menyatakan bahwa permasalahan pada jaringan cloud-nya, yang memiliki klien seperti Etsy, Spotify, dan Snap Inc, sebagian telah diselesaikan tidak lama setelah ribuan pengguna menandainya di situs web pelacakan pemadaman, downdetector.com.

Sebelumnya, dasbor dari Google Cloud menunjukkan adanya disrupsi pada layanan termasuk cloud developer tools, cloud console, dan cloud engine.

Di sisi lain, pihak Spotify menyebut bahwa mereka mengetahui adanya sejumlah gangguan, dan langsung memeriksa hal tersbut. Laporan terkait dengan gangguan itu datang dari 50.000 lebih pengguna yang melaporkannya di situs downdetector. Akan tetapi, setelah itu situs tersebut telah menyatakan disrupsi telah diatasi.

"Banyak dari pengguna Snapchat mengalami masalah dalam menggunakan aplikasi saat ini. Untuk saat ini, kami menyarankan untuk tetap logged ini," demikian dikutip dari cuitan Snapchat support sebelumnya.

Perusahaan cloud di balik kejadian pemadaman Internet berskala global pada Juni lalu, Fastly, sebelumnya mengatakan bahwa terdapat peningkatan gangguan yang berasal dari penyedia layanan cloud umum, yang tidak berkaitan sama sekali dengan platform cloud milik Fastly.

Disrupsi singkat pada Selasa lalu terjadi setelah pemadaman secara luas selama enam jam, yang terjadi pada Oktober lalu. Pemadaman itu melumpuhkan Meta Platforms Inc, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, setelah perubahan konfigurasi yang keliru pada router perusahaan.

Adapun, situs downdetector melacak kejadian pemadaman hanya dengan cara mengumpulkan sejumlah laporan dari serangkaian sumber, termasuk error yang dikirimkan oleh pengguna platform itu sendiri. Pemadaman tersebut bisa jadi telah memengaruhi banyak pengguna (user).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Dany Saputra
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper