SpaceX Raih Kontrak US$152 Juta dari NASA untuk Luncurkan Satelit Cuaca

Janlika Putri Indah Sari
Selasa, 14 September 2021 | 14:14 WIB
Pesawat luar angkasa milik SpaceX meluncur dari Pangkalan Udara Cape Canaveral di Florida, AS./Bloomberg
Pesawat luar angkasa milik SpaceX meluncur dari Pangkalan Udara Cape Canaveral di Florida, AS./Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – SpaceX yang dipimpin Elon Musk berhasil memenangkan kontrak senilai USUS$152 juta dari NASA untuk meluncurkan satelit cuaca geostasioner sebagai bagian dari misi Geostationary Operational Environmental Satellite-U (GOES-U).

Satelit itu akan membantu memprediksi badai petir, kabut, tornado, banjir bandang, angin topan, dan kondisi cuaca lainnya. NASA mengatakan jika satelit GOES telah digunakan untuk memantau badai debu, letusan gunung berapi dan kebakaran hutan.

Dilansir dari cnbctv18, Selasa (14/8/2021) NASA menyebutkan jika misi Geostationary Operational Environmental Satellite-U (GOES-U) akan memberikan citra canggih dan pengukuran atmosfer dari cuaca Bumi, lautan, dan lingkungan, serta pemetaan real-time dari total aktivitas petir dan peningkatan pemantauan aktivitas matahari dan cuaca luar angkasa.

Mulai April 2024, Space Exploration Technologies atau SpaceX akan meluncurkan satelit ke orbit dengan roket Falcon Heavy dari Kennedy Space Center di Florida.

Falcon Heavy, dianggap sebagai kendaraan peluncuran ruang operasional paling kuat di dunia, mengirimkan muatan komersial pertamanya ke orbit pada 2019.

Adapun, GOES-U adalah pesawat ruang angkasa keempat dan terakhir di dunia yang dioperasikan oleh Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional. Sementara, GOES-R Seri satelit cuaca geostasioner.

United Launch Alliance, yang sebelumnya meluncurkan satelit dari seri tersebut, menarik diri dari penawaran karena tidak memiliki kendaraan yang tersedia untuk meluncurkan satelit.

Nilai kontrak SpaceX kurang dari kontrak senilai US$165,7 juta yang diberikan kepada United Launch Alliance pada Desember 2019 untuk peluncuran GOES-T.

Ini bukan kontrak anggaran besar pertama yang didapat SpaceX dari NASA. Sebelumnya telah ada kontrak US$178 juta dari badan antariksa untuk mengeksplorasi kondisi kehidupan di bulan es Jupiter, Europa. Misi Europa Clipper juga akan diluncurkan dengan roket Falcon Heavy pada Oktober 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper