Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asteroid Unik Berbentuk Tulang Anjing Sedang Dimata-matai Astronom

Kleopatra mungkin saja adalah asteroid tumpukan puing berpori. Fakta bahwa Kleopatra adalah asteroid tumpukan puing juga bisa menjelaskan mengapa ia memiliki dua bulan.
Ayyubi Kholid Saifullah
Ayyubi Kholid Saifullah - Bisnis.com 10 September 2021  |  13:09 WIB
Asteroid tulang anjing
Asteroid tulang anjing

Bisnis.com, JAKARTA - Terdapat gambar-gambar baru yang memperlihatkan keadaan yang ada di luar angkasa.

Para astronom telah mengambil gambar untuk pengamatan dan terfokus pada asteroid 216 Kleopatra. sebuah asteroid dengan dua bulan yang kebetulan sangat mirip dengan tulang anjing.

Pengamatan dilakukan menggunakan teleskop yang sangat besar di Chili. gambar tersebut membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang massa dan bentuk 3D asteroid.

Informasi ini dapat menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana asteroid dan dua bulannya terbentuk.

Kleopatra berjarak 124 juta mil (200 juta kilometer). "Kleopatra benar-benar benda unik di Tata Surya kita," kata Franck Marchis, penulis utama studi bentuk 3D, dalam sebuah pernyataan.

"Ilmu pengetahuan membuat banyak kemajuan berkat studi tentang outlier aneh. Saya pikir Kleopatra adalah salah satunya dan memahami sistem asteroid multipel yang kompleks ini dapat membantu kita mempelajari lebih lanjut tentang Tata Surya kita."

Asteroid berbentuk tidak biasa ini terletak di sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter dan mengorbit matahari.

Marchis, astronom planet senior di SETI Institute di Mountain View, California, dan juga berafiliasi dengan Laboratoire d'Astrophysique de Marseille, Prancis bersama dengan rekan timnya menemukan dua bulan kecil yang mengorbit asteroid pada 2008, dan mereka diberi nama AlexHelios dan CleoSelene, diambil dari nama anak-anak Cleopatra.

Para peneliti juga menggunakan pengamatan untuk lebih memahami orbit dua bulan Kleopatra.

"Ini harus diselesaikan," kata Miroslav Bro, penulis studi bulan dan peneliti di Institut Astronomi di Universitas Charles di Republik Ceko, dalam sebuah pernyataan.

"Karena jika orbit bulan salah, semuanya salah, termasuk massa Kleopatra."

Studi bulan terbaru memungkinkan para peneliti untuk menentukan bagaimana gravitasi asteroid mempengaruhi pergerakan bulan.

Kleopatra mungkin saja adalah asteroid tumpukan puing berpori. Fakta bahwa Kleopatra adalah asteroid tumpukan puing juga bisa menjelaskan mengapa ia memiliki dua bulan.

Extremely Large Telescope (ELT) dari European Southern Observatory, yang diperkirakan akan memulai pengamatan dari Chili pada tahun 2027.

Marchis mengatakan ketidaksabarannya menggunakan ELT untuk melihat kleopatra lebih jelas

"Saya tidak sabar untuk mengarahkan ELT ke Kleopatra, untuk melihat apakah ada lebih banyak bulan dan memperbaiki orbitnya untuk mendeteksi perubahan kecil."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top