Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Microsoft Janji Atasi Kesulitan Pengguna Windows 11 untuk Edit Video

Microsoft mengintegrasikan Chipchamp dengan Microsoft 365 serta sistem operasi Windows dengan tujuan untuk menawarkan solusi edisi video lengkap kepada pengguna.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 09 September 2021  |  15:59 WIB
Bocoran tampilan Windows 11 - TheVerge
Bocoran tampilan Windows 11 - TheVerge

Bisnis.com, JAKARTA – Microsoft memiliki keterbatasan dalam hal pengeditan video untuk Windows 11. Saat ini, pengeditan video yang disertakan dengan Windows 10 dan Xbox hanyalah dasar dan memiliki fitur yang sedikit.

Namun, pengguna tidak perlu lagi khawatir. Pasalnya, Windows akan mengakuisisi Clipchamp. Nantinya, Microsoft mengintegrasikan Chipchamp dengan Microsoft 365 serta sistem operasi Windows dengan tujuan untuk menawarkan solusi edisi video lengkap kepada pengguna.

Meski demikian, Microsoft belum mengumumkan rincian lain dari kesepakatan termasuk biaya akuisisi.

"Sebagai aplikasi web yang menggunakan kekuatan penuh PC Anda, Clipchamp sangat cocok untuk memperluas pengalaman produktivitas yang didukung cloud di Microsoft 365 untuk individu, keluarga, sekolah, dan bisnis,” kata Wakil Presiden perusahaan Microsoft Grup Chris Pratley mengatakan dikutip dari Gadgets Now, Kamis (9/9/2021).

Pratley menambahkan Chipchamp sangat cocok untuk Microsoft Windows, baik dalam hal mengedit klip game, membuat proyek sekolah, menyusun memori anak-anak, atau menyusun film pendek. Clipchamp dan Microsoft, lanjutnya, akan membantu pengguna mengekspresikan diri melalui kekuatan emosional video.

Clipchamp yang didirikan pada 2013 merupakan editor video terkenal yang digunakan oleh beberapa perusahaan kecil dan besar seperti Dell, Google, Deloitte dan Microsoft sendiri untuk membuat video profesional dengan mudah.

Alat pengeditan video ini berbasis template yang dipenuhi filter, gaya, transisi, dan media stok dengan editor pengomposisian audio dan video multi-track yang menggunakan sumber daya lengkap sistem termasuk akselerasi CPU dan GPU untuk merender video.

Alat ini tersedia secara gratis untuk dicoba. Namun, pengguna Windows akan dikenakan biayanya sebesar US$9 atau sekitar Rp128 ribu per bulan untuk langganan berbayar.

Bagi pengguna yang tidak sadar, Microsoft baru-baru ini mengubah aplikasi foto dengan antarmuka baru. Namun, alat pengeditan video masih tidak berubah dan bahkan tidak memiliki fitur dasar seperti pelapisan multi-track, fitur terbatas, kurangnya efek dan transisi yang baik, dan kinerja keseluruhan yang lambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

microsoft aplikasi windows
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top