Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Seluler Pacu Pascabayar Lewat Kanal Digital, Efektifkah?

Operator seluler harus kreatif menyediakan layanan yang mampu membuat konsumen tertarik menggunakan produk pascabayar. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 Juli 2021  |  17:40 WIB
Operator Seluler Pacu Pascabayar Lewat Kanal Digital, Efektifkah?
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat telekomunikasi menilai upaya operator seluler dalam menarik pelanggan pascabayar baru melalui kanal digital tidak mudah.

Selain karena pasar pascabayar sudah jenuh, penawaran melalui kanal digital kurang menarik sehingga kerap diabaikan oleh pelanggan.  

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan upaya operator seluler untuk mendongkrak jumlah pelanggan pascabayar terbilang sulit. Melaui kanal luring atau offline saja sulit, apalagi dengan kanal digital. Produk ini memiliki karekteristik mengikat dengan promo yang sedikit. 

Di samping itu, kata Heru, pasar untuk pascabayar juga sudah terlalu sesak dan jenuh. Meski jumlah pelanggan pascabayar di masing-masing operator tidak sampai 10 persen dari total pelanggan, upaya untuk menarik pelanggan baru di pasar ini tidak mudah. 

Dia menilai yang terjadi ke depan adalah perpindahan pelanggan pascabayar antar-operator, termasuk melalui kanal digital.

“Kanal digital saat ini terlalu sesak dan iklan -klan dilewatkan begitu saja, tidak pernah dilihat. Jadi kanal digital kalaupun ada perannya sedikit sekali,” kata Heru, Kamis (15/7/2021). 

Heru mengatakan yang terpenting saat ini bagi operator seluler adalah menjaga loyalitas dan mendorong pelanggan mereka naik kelas. Pelanggan yang selama ini masih menggunakan 2G, didorong agar beralih ke 4G. Sebaliknya, pelanggan 4G didorong untuk beralih ke 5G. 

Senada, Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan produk pascabayar biasanya digunakan oleh pekerja. 

Sulit untuk menarik pelanggan baru dari pascabayar karena perkantoran tutup, kecuali, operator menawarkan perbedaan yang sangat besar antara layanan prabayar dengan pascabayar. 

“Kanal digital akan efektif dalam menarik pelanggan baru pascabayar, jika ada kebijakan dari perusahaan, bahwa bekerja dari rumah semua bandwidth disediakan oleh perusahaan,” kata Ian. 

Ian memprediksi pertumbuhan pelanggan pascabayar pada kuartal III/2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sekitar 2-1 persen. 

Operator harus kreatif menyediakan layanan yang diperlukan korporasi, yang mampu membuat pekerjaan di perusahaan bisa lebih baik, sehingga perusahaan tertarik menggunakan produk pascabayar. 

Sementara itu, Ketua Bidang Network dan Infrastruktur Indonesian Digital Empowerment Community (IDIEC) Ariyanto A. Setyawan menilai pascabayar kanal digital merupakan alternatif pemasaran terbaik yang dimiliki operator di saat pembatasan pergerakan masyarakat yang ketat seperti saat ini. 

Pemanfaatan kanal digital untuk registrasi pascabayar juga sudah sangat memungkinkan karena teknologi pengenalan dan identifikasi calon pelanggan sudah makin mumpuni, termasuk credit scoring.

“Kantor pelayanan operator tidak dapat beroperasi maksimal, kanal digital merupakan alternatif yang sangat baik,” kata Ariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

digital operator seluler
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top