Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genjot Pengguna Tanda Tangan Digital, VIDA Lakukan Strategi Ini

Penerapan teknologi tanda tangan elektronik diyakini akan mengurangi biaya operasional dan menawarkan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di seluruh industri.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 13 Juli 2021  |  21:52 WIB
Genjot Pengguna Tanda Tangan Digital, VIDA Lakukan Strategi Ini
Ilustrasi work from home - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indonesia Digital Identity, VIDA menilai terdapat 190 juta orang dewasa yang berpotensi menjadi pengguna layanan tanda tangan elektronik (TTE/digital signature).

Co-Founder dan CEO VIDA Sati Rasuanto mengatakan kebutuhan TTE makin mendesak lantaran menawarkan transaksi yang aman dan terverifikasi untuk mendukung bisnis digital yang sedang berkembang.

Dia menjelaskan perusahaan memiliki ragam strategi untuk menggaet potensi pasar tersebut seperti melakukan kolaborasi dengan Adobe dan Cloud Signature Consortium (CSC).

“VIDA juga sudah bermitra dengan berbagai sektor seperti keuangan, bank dan asuransi, fintech, UMKM, dan perusahaan di sektor teknologi/gig ekonomi, logistik, dan lainnya,” ujarnya, Selasa (13/7/2021)

Lebih lanjut, dia mengatakan perusahaan turut menerapkan standar teknologi kelas dunia dan terdaftar sebagai penyedia layanan tanda tangan elektronik yang aman dan telah disetujui oleh Adobe (Adobe Trust Service Provider) dalam daftar Adobe Approved Trust List (AATL) serta bersertifikat ISO 27001.

Sati mengatakan perusahaan juga meyakini penerapan teknologi ini akan mengurangi biaya operasional dan menawarkan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di seluruh industri.

“Saat ini, klien kami lebih banyak berasal dari industri keuangan dan teknologi seperti perbankan, asuransi, dan P2P lending,” ujarnya.

Selain itu, dia melanjutkan VIDA juga berkolaborasi dengan pemerintah guna mendukung penuh upaya pemerintah untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait digitalisasi, serta percepatan transformasi digital nasional khususnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital.

Menurut laporan Market and Market, pada 2020, ukuran pasar tanda tangan digital global mencapai US$2,8 miliar dan diproyeksikan akan tumbuh menjadi US$14,1 miliar pada 2026 dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 31,0 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vida tanda tangan digital (digital signature)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top