Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Water Cooled, Teknologi Sirkulasi Udara untuk Bangunan

Hal ini, menyusul pentingnya sirkulasi udara dalam bangunan yang menurut para ahli 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  11:17 WIB
Water cooled
Water cooled

Bisnis.com, JAKARTA - Selama pandemi Pemerintah telah mempertegas pelaksanaan lingkungan kerja yang sehat melalui Peraturan Pemerintah tentang Bangunan, yang terdiri dari lima pilar: sirkulasi udara dan sistem ventilasi, penerangan, sanitasi, penglolahan limbah, dan bahan bangunan. 

Hal ini, menyusul pentingnya sirkulasi udara dalam bangunan yang menurut para ahli 

Sirkulasi udara merupakan faktor penting untuk meminimalkan risiko penyebaran COVID-19 dan adopsi teknologi pintar memainkan peran penting dalam menciptakan sirkulasi udara yang baik dalam ruangan. Teknologi pintar dapat merekayasa dan mengelola sirkulasi udara dalam ruangan, serta mendukung efisiensi operasional.

Sebuah laporan World Health Organization (WHO) mengkonfirmasi bahwa efektifitas sirkulasi dalam ruangan yang dikelola dengan baik dapat mengurangi risiko masalah kesehatan dalam ruangan dan mengurangi penyebaran virus.

"Teknologi Industri 4.0 dapat membantu mencapai hal tersebut. Manajemen cerdas dalam ventilasi dan filtrasi udara dapat mencairkan konsentrasi aerosol menular di udara yang disirkulasikan ulang,” jelas WengFei Ho, General Manajer Temperzone Singapura, manufaktur dan distributor produk pendingin dan ventilasi udara dari Selandia Baru dalam keterangan tertulis.

Salah satu teknologi pintar dalam sirkulasi udara, katanya, adalah solusi pendingin udara dengan sistem water-cooled. Sistem ini merupakan solusi dengan fleksibilitas tinggi dan paling cocok untuk tempat kerja saat ini dengan jam operasional yang bervariasi seperti gedung perkantoran, fasilitas operasi, dan pabrik. Sistem ini berbeda dengan sistem yang biasa digunakan yaitu chiller. Chiller merupakan sistem pendingin terpusat yang paling cocok bagi bangunan dengan jam operasional tetap seperti hotel dan supermarket. 

"Sistem water-cooled dapat menjadi aspek krusial dalam pengembangan strategi energi berkelanjutan untuk berbagai bangunan. Sistem ini mengkombinasikan manfaat dari kondensor water-cooled dengan evaporator air-cooled, memberikan performa dengan standard yang berbeda. Sistem ini unggul dalam berbagai aspek, terutama dalam sistem pengaturan mandiri, efisiensi beban parsial, dan sistem fleksibel yang dapat diperluas (expandable)," katanya.

Dia menjelaskan, sistem water-cooled dapat secara efektif dan ekonomis menangani beban parsial serendah 3,5kW. Hal tersebut dapat terjadi pada gedung-gedung dengan penyewa yang beragam dan pabrik yang beroperasi lebih sedikit pada akhir pekan dan setelah jam kantor. Kapasitas tersedia hingga 101.6kW, sistem ini dirancang untuk beroperasi pada sumber listrik individual, mengeliminasi kebutuhan instalasi pembangkit pusat yang mahal.

Sistem ini hanya membutuhkan pompa dan menara pendingin untuk beroperasi. Siklus air tersebut akan mensirkulasikan energi pada gedung secara efisien. Kapasitas atau efisiensi unit tidak terpengaruh oleh panjangnya siklus air. 

Distribusi udara dapat dirancang sesuai dengan bangunan menggunakan jaringan saluran pipa yang fleksibel. Sistem water-cooled sangat ideal untuk bangunan bertingkat tinggi yang melarang penggunaan balkoni. Sistem ini dirancang secara virtual agar sesuai dengan hampir semua ruang atau rongga internal. 

“Sistem unit mandiri ini mencegah percampuran udara antar ruangan - ketika suatu area terkontaminasi, area lainnya tidak akan terpengaruh. Solusi pendingin udara dengan fleksibilitas tinggi seperti ini seharusnya menjadi standar baru bangunan dalam pandemi COVID-19,” kata Kok Boon Wam, Key Account Manager Temperzone.  

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bangunan hijau sirkulasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top