Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitra Pengemudi Kirim Karangan Bunga ke Kantor Gojek, Ini Pesannya

Karangan bunga yang dikirimkan merupakan bentuk aspirasi dari pengemudi Gojek agar masyarakat tahu keluh kesah yang dialami oleh para mitra pengemudi dari kebijakan insentif baru.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  12:48 WIB
Karangan bunga yang dikirimkan mitra driver ke kantor Gojek -  sumber: istimewa
Karangan bunga yang dikirimkan mitra driver ke kantor Gojek - sumber: istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Para mitra pengemudi GoSend mengirimkan 8 karangan bunga kepada Gojek sebagai aksi damai menolak insentif dengan skema baru.  

Perwakilan pengemudi GoSend SMD Jabodetabek Yulianto mengatakan para mitra telah mengirimkan 8 karangan bunga ke kantor Gojek di Kemang Timur, Jakarta. Sayangnya, karangan bunga yang telah diterima oleh pihak Gojek itu langsung dimasukan ke dalam kantor oleh pihak Gojek karena berbagai alasan. 

Pihak Gojek, kata Yulianto, khawatir jika karangan bunga menyebabkan kemacetan. Gojek disebutkannya juga khawatir akan terjadi keributan. Yulianto berpendapat alasan tersebut terlalu dibuat-buat. 

“Padahal jelas kami tidak mengumpulkan massa di sini. Karangan bunga juga tidak ditaruh di jalan, jadi tidak mungkin menyebabkan macet,” kata Yulianto, Selasa (8/6/2021). 

Dia mengatakan karangan bunga yang dikirimkan merupakan bentuk aspirasi dari pengemudi Gojek agar masyarakat tahu keluh kesah yang dialami oleh para mitra pengemudi dari kebijakan insentif baru yang diterapkan. 

Sebelumnya, Yulianto mengatakan berdasarkan data di lapangan  sekitar 70 persen mitra pengemudi GoSend Sameday Jabodetabek akan mematikan aplikasinya atau offbid selama 3 hari mulai dari 8 Juni.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mitra terhadap skema insentif baru yang diterapkan oleh Gojek. Skema insentif yang baru dinilai tidak masuk akal dan merugikan mitra. 

Yulianto berharap jika Gojek tetap ingin menerapkan skema baru, maka diadakan tarif minimal pengantaran.  

“Atau tarif flat yang Rp2.000/ kilometer ditambah menjadi Rp3.000/ kilometer,” kata Yulianto.

Bisnis mencoba meminta tanggapan kepada pihak Gojek perihal tuntutan yang diajukan para mitra. Bisnis menghubungi VP Corporate Communications Gojek Audrey Petriny. Tetapi, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan tidak menjawab.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mogok kerja Gojek Goto
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top