Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Protes Skema Insentif Baru, Pengemudi Gosend Mogok Kerja 3 Hari

Aksi tersebut rencananya dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 8 Juni hingga 10 Juni 2021.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  11:02 WIB
Karangan bunga dari Mitra Driver GoSend kepada Gojek -  sumber: Istimewa
Karangan bunga dari Mitra Driver GoSend kepada Gojek - sumber: Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak 70 persen dari mitra driver Gosend dikabarkan ikut mogok kerja menolak skema insentif baru yang dikeluarkan oleh Gojek. 

Perwakilan pengemudi GoSend SMD Jabodetabek Yulianto mengatakan berdasarkan data lapangan yang dimiliki, sekitar 70 persen mitra driver GoSend Sameday Jabodetabek akan mematikan aplikasinya atau offbid. 

Aksi tersebut dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 8 Juni hingga 10 Juni 2021.

“Ada sekitar 70 persen driver offbid dan kami akan terus edukasi ke teman-teman untuk offbid terlebih dahulu. Ini akan dilakukan pada tanggal 8, 9, dan 10 Juni,” kata Yulianto, Selasa (8/6/2021). 

Yulianto menjelaskan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mitra pengemudi terhadap skema insentif baru yang diterapkan oleh Gojek. Skema insentif yang baru dinilai tidak masuk akal dan merugikan mitra. 

Dalam rilis yang diterima Bisnis, untuk kawasan Jabodetabek, skema lama memberikan insentif dengan nilai minimum Rp10.000 untuk 5 pengantaran yang berhasil diselesaikan mitra. 

Nilainya bertambah menjadi Rp30.000 untuk 8 pengantaran dan seterusnya. Adapun jika mitra melakukan 15 pengantaran atau lebih maka akan mendapat Rp100.000. 

Adapun pada skema baru, mitra hanya mendapat Rp1.000 per pengantaran jika berhasil menyelesaikan 1 - 9 pengantaran. Nilai per pengantaran makin tinggi jika mitra berhasil mengantar barang lebih banyak lagi. Skema ini menurut Yulianto merugikan mitra GoSend. 

“Skema insentif tidak masuk akal. Dahulu 15 pengantaran bonus Rp100.000, sekarang [skema baru] 1 pengantaran Rp1.000, dan untuk 15 pengantaran hanya Rp37.500 bonus insentif harian,” kata Yulianto. 

Yulianto berharap jika Gojek tetap ingin menerapkan skema baru, maka diadakan tarif minimal pengantaran. Tidak ada lagi argo Rp2.000 atau Rp5.000 untuk sekali antar. 

“Atau tarif flat yang Rp2.000/ kilometer ditambah menjadi Rp3.000/ kilometer,” kata Yulianto. 

Sebelumnya, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) menyatakan skema baru insentif Gosend Sameday diterapkan untuk membuka peluang bagi lebih banyak mitra untuk mendapatkan insentif. 

Pada skema lama, insentif diberikan ketika mitra driver melakukan minimum 5 pengantaran. Dengan skema baru, meski mitra hanya mengantarkan 1 pengantaran mereka sudah berhak untuk mendapat insentif. 

VP Corporate Communications Gojek Audrey Petriny mengatakan GoSend tidak mengubah skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra pengemudi. Kebijakan penyesuaian hanya dilakukan terhadap skema insentif untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra untuk dapat memperoleh insentif.

“Kebijakan ini merupakan langkah untuk lebih memeratakan jumlah mitra yang dapat memperoleh insentif tersebut,” kata Audrey. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mogok kerja Gojek Goto
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top