Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PropertyGuru Berencana Akuisisi Saingannya di Malaysia dan Thailand

Portal teknologi real estat mengatakan bahwa mereka akan membeli semua saham di unit REA Group Australia yang menjalankan platform pesaing iProperty.com.my dan Brickz.my di Malaysia serta thinkofliving.com dan Prakard.com di Thailand.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  12:44 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan di Tangerang, Banten. - Istimewa
Ilustrasi pembangunan perumahan di Tangerang, Banten. - Istimewa

Bisnis.com SINGAPURA PropertyGuru Singapura berencana mengakuisisi platform saingan di Malaysia dan Thailand dalam upaya memperkuat posisinya sebagai pasar perumahan online utama di Asia Tenggara.

Kesepakatan tersebut juga merupakan yang terbaru untuk menunjukkan bagaimana startup digital dan ekonomi internet Asia Tenggara telah menarik perhatian global.

Portal teknologi real estat mengatakan bahwa mereka akan membeli semua saham di unit REA Group Australia yang menjalankan platform pesaing iProperty.com.my dan Brickz.my di Malaysia serta thinkofliving.com dan Prakard.com di Thailand.

"Dengan menggabungkan sumber daya kami, kami akan dapat memberikan lebih banyak inovasi kepada pencari rumah, melengkapi mereka dengan wawasan yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan yang percaya diri," kata Hari V. Krishnan, CEO dan direktur pelaksana Grup PropertyGuru, seperti dikutip dari asia.nikkei.com, Senin (31/5/2021).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Grup REA yang terdaftar di Bursa Efek Australia akan menerima 18 persen ekuitas di PropertyGuru Group dan menunjuk seorang direktur dewan. Kesepakatan itu diharapkan selesai pada Juli.

"Bergabung dengan PropertyGuru Group menciptakan peluang baru untuk kolaborasi dan akses ke kumpulan keahlian, teknologi, dan investasi yang lebih dalam," kata CEO REA Group Owen Wilson.

Pengembang "superapp" Singapura, Grab pada bulan April mengumumkan rencananya untuk go public di AS melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special purpose acquisition company/SPAC). Kesepakatan itu menilai Grab sebesar $ 39,6 miliar.

Hal ini, katanya, memosisikan merek-merek yang sudah kuat ini dengan baik untuk mempercepat gelombang inovasi Proptech berikutnya di Asia Tenggara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bisnis Online propertyguru
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top