Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Telkomsel: Layanan 5G Belum Ideal, Ini Penyebabnya

Layanan 5G Telkomsel pada tahap awal diakui belum ideal karena ada beberapa penyebab, salah satunya frekuensi yang digunakan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  19:33 WIB
BTS Telkomsel yang menggunakan sumber energi ramah lingkungan melalui teknologi fuel cell. istimewa
BTS Telkomsel yang menggunakan sumber energi ramah lingkungan melalui teknologi fuel cell. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengungkapkan jumlah spektrum frekuensi yang kurang optimal, menjadi salah satu alasan layanan 5G tahap awal yang digelar tidak sempurna.

Direktur Network Telkomsel Nugroho mengatakan di fase awal, Telkomsel tidak menjual jaringan 5G yang ideal karena beberapa hal. Pertama, layanan 5G tahap awal ini hanya menggunakan spektrum frekuensi sebesar 30MHz di pita 2,3 GHz. Jumlah ini hanya sepertiga dari jumlah ideal spektrum frekuensi yang seharusnya digunakan untuk 5G yaitu sebesar 100MHz.

Penyebab selanjutnya adalah masalah ekosistem perangkat. Saat ini jumlah perangkat yang mendukung 5G di pita 2,3 GHz masih terbatas. Perangkat 5G yang mendukung 5G di 2,3 GHz rata-rata adalah perangkat kelas menengah atas.

“Kenapa kita baru mengimplementasikan 5G non-standalone, karena kita ingin menghadirkan 5G dengan cepat. Nantinya kita akan terus berevolusi menuju jaringan yang standalone sehingga mimpi-mimpi yang diharapkan dari 5G bisa terwujud,” kata Nugroho di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menjelaskan penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz untuk 5G, karena perusahaan ingin menghadirkan layanan 5G secepat mungkin kepada para pelanggan. Meski secara teknis belum mencapai kata ideal untuk 5G yang sesungguhnya, penggunaan 30MHz untuk 5G sudah jauh lebih baik dibandingkan 4G.

“Kami sudah mampu melayani lebih baik dibandingkan 4G maka kami gelar lebih dahulu itu [5G]. Nanti akan berkembang ketika ada lelang spektrum frekuensi akan terus bertambah,” kata Setyanto.

Sebelumnya, untuk mengetahui kecepatan jaringan 5G Telkomsel, Bisnis mencoba mengukur kecepatan jaringan generasi kelima tersebut dengan menggunakan gawai Oppo Reno 5 5G. Aplikasi yang digunakan untuk mengukur kecepatan ini ada dua yaitu, Speedtest by Ookla dan Opensignal. Pengukuran dilakukan pada Kamis (27/5) pukul 14.00 WIB atau saat Telkomsel membuka pertama kali jaringan 5G.

Dalam uji coba tersebut, dari aplikasi Speedtest Bisnis mencatat kecepaan unduh 5G Telkomsel mencapai 122 Mbps. Sementara itu, untuk kecepatan unggah mencapai 46Mbps. Ping 19milidetik dan Jitter 6milidetik.

Sementara itu jika menggunakan aplikasi Opensignal, kecepatan unduh 24,9Mbps dan unggah sebesar 30,2Mbps, dengan latensi -1 milidetik.

Kemudian, jika digunakan untuk mengunduh aplikasi gim COD Mobile dan Asphalt 9 – yang mana kedua aplikasi memiliki file di atas 2GB – waktu yang dibutuhkan masing-masing yaitu 4 menit 29 detik dan 3 menit 2 detik.

Dalam 5G komersial fase awal ini Telkomsel mengeluarkan Paket Data 5G Early Bird dengan harga promo yaitu Rp26.000 untuk kuota data sebesar 126GB. Promo berlaku hingga 26 Juli 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkomsel teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top