Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Solusi Komputasi Awan Lintasarta Makin Diminati

PT Aplikasinusa Lintasarta mengaku teknologi komputasi awan yang dikembangkan berhasil menarik minat perusahaan untuk menggunakan dan menjadi pendorong transformasi digital.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 13 Mei 2021  |  13:15 WIB
Solusi Komputasi Awan Lintasarta Makin Diminati
Lintasarta Mobile Workforce VPN menyediakan tunnel dan bisa ditambahkan kemanan lebih lanjut agar menjamin keamanan pelanggan. - Lintasarta

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aplikasinusa Lintasarta mengklaim berhasil menorehkan catatan manis untuk bisnis solusi komputasi awan. Banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi digital menjadi pendorong pertumbuhan itu.

President Director Lintasarta Arya Damar mengatakan bisnis komputasi awan perseroan berkembang pesat pada 2020 dibandingkan dengan 2019.

Banyak perusahaan yang menggunakan layanan komputasi awan, seperti layanan komputasi awan model container. Sayangnya Arya tidak menjelaskan lebih detail mengenai catatan apik yang dibukukan Lintasarta.

Layanan komputasi awan model container adalah sebuah model layanan dimana penyedia Container as a Service (Caas) menawarkan kerangka kerja yang lengkap untuk menggunakan dan mengelola aplikasi dalam bentuk container. Gartner Inc, sebuah perusahaan riset teknologi, memprediksi pada 2020-2021 terdapat 75 persen perusahaan global yang akan beralih menggunakan container.

“Sejauh ini komputasi awan publik paling diminati dengan pertumbuhan yang cukup stabil dan komputasi awan bersifat privat menjadi pilihan untuk perusahaan swasta maupun pemerintahan yang memiliki workload tinggi di komputasi awan,” kata Arya, Rabu (13/5/2021).

Arya menambahkan solusi komputasi awan Lintasarta juga aman. Anak usaha dari PT Indosat Tbk. itu melakukan pemisahan data secara logis di sisi platform dan melapisi layanan komputasi awan dengan yaitu Firewall dan OS Hardening.

Firewall merupakan sebuah sistem yang bekerja sebagai ‘tembok’ yang melindungi lapisan jaringan dan lapisan transport, sehingga data yang disimpan kebal dari berbagai serangan. Sedangkan OS hardening yaitu sebuah proses peninjauan ulang seluruh arsitektur keamanan yang dimiliki secara rutin, untuk memastikan bahwa sistem operasi keamanan telah berjalan dengan benar dan tidak ada celah sama sekali untuk diserang.

Kemudian, bagi perusahaan yang ingin datanya tersimpan lebih aman lagi, Lintasarta juga memberikan opsi berlangganan Next-Gen Firewall dan Aplikasi Web Firewall di layanan komputasi awan publik Lintasarta, yang membuat data di komputasi awan publik makin aman.

“Selain itu Lintasarta juga sudah tersertifikasi dan memenuhi standar internasional seperti ISO dan PCI-DSS,” kata Arya.

Arya menambahkan rencananya dalam 1-3 tahun ke depan, Lintasarta akan mengembangkan portal untuk mengakses seluruh layanan komputasi awan Lintasarta dan menambahkan portofolio layanan di bidang Software –as-a- Service (SaaS) dan Platform-as-a-Service (Paas) seperti Database-as-a-service dan Log-as-a-Service.

Dia berharap solusi yang diberikan itu dapat memenuhi kebutuhan sektor pemerintahan, publik hingga perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud computing lintasarta
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top