Staf Facebook Boleh Terus Kerja dari Rumah Setelah Pandemi

Syaiful Millah
Senin, 19 April 2021 | 10:42 WIB
Facebook
Facebook
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa teknologi Facebook mengatakan bahwa karyawannya dapat terus bekerja dari rumah setelah pandemi virus corona Covid-19. 

Dilansir dari BBC, Senin (19/4) perusahaan media sosial itu mengatakan bahwa mereka menganggap pekerjaan jarak jauh adalah masa depan. 

Orang-orang dengan peran yang memenuhi syarat di Facebook dapat melamar kerja jarak jauh secara permanen, tentunya dengan persetujuan dari manajer. 

Eskekutif Silicon Valley dengan cepat mendukung peralihan ke pekerjaan jarak jauh tahun lalu, dengan beberapa perusahaan mengindikasikan hal itu dapat berlanjut bahkan setelah pandemi. 

Mei tahun lalu, pimpinan Facebook Mark Zuckerberg memperkirakan 50 persen karyawan perusahaan dapat bekerja dari jarah jauh dalam 5 hingga 10 tahun ke depan. 

Perusahaan lainnya, Twitter yang dipimpin oleh Jack Dorsey juga telah mengumumkan bahwa karyawannya kini dapat bekerja dari rumah mereka untuk selamanya. 

Namun seiring berjalannya waktu, beberapa kelemahan muncul. Oktober lalu, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan kurangnya pembagian antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. 

Krisis virus corona telah mendorong peralihan cepat dari kerja di kantor menjadi kerja dari rumah. Seiring terkendalinya pandemi, perusahaan harus kembali memutuskan di mana karyawannya harus bekerja. 

Vice President of People Growth Facebook, Brynn Harrington, mengatakan bahwa beberapa pekerja telah benar-benar berkembang di rumah. Oleh sebab itu, perusahaan akan terus melakukannya. 

"Misalnya, orang tua yang lebih dekat dengan anak-anaknya dan senang memangkas waktu perjalanan serta mengoptimalkan hari kerja, mereka senang bekerja dari rumah," katanya. 

Namun demikian, dia mengakui hal itu tidak berlaku bagi semua orang. Beberapa orang dengan keterbatasan tertentu menginginkan kembali kerja kantoran dan perusahaan tengah mengakomodir hal tersebut. 

Facebook berencana mulai membuka kembali kantor Silicon Valley pada awal Mei mendatang, setelah lebih dari setahun bekerja dari rumah. Akan tetapi kantornya tidak akan mencapai kapasitas 50 persen hingga paling cepat pada September. 

Raksasa media sosial itu menegaskan bahwa peralihan pekerjaan jarak jauh bukan tentang menghemat biaya. Tapi itu juga mengisyaratkan bahwa pekerja mungkin menerima gaji lebih rendah, tergantung di mana mereka memilih untuk tinggal dan bekerja. 

"Kami membayar berdasarkan biaya tenaga kerja lokal di pasar. Jadi akan ada varialibitas dalam hal gaji untuk pekerja jarak jauh, berdasarkan tempat mereka bekerja," kata Harrington. 

Kendati begitu, pendekatan Facebook bertentangan dengan sejumlah perusahaan lain, yang telah menyatakan keinginannya agar para pekerja bisa kembali kerja di kantor. 

Bos Goldman Sachs David Solomon menolak kerja jarak jauh sebagai kondisi new normal. Dia justru menyebut hal ini sebagai penyimpangan. 

"Saya pikir untuk bisnis seperti kami, yang merupakan budaya kerja kolaboratif yang inovatif, ini [kerja jarak jauh] tidak ideal bagi kami," katanya. 

Adapun, sejumlah perusahaan besar lainnya memiliki rencana untuk menguji apa yang disebut sebagai pengaturan kerja hibrida, di mana karyawan membagi waktu antara kerja dari kantor dan rumah. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Syaiful Millah
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper