Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Zenius Sebut Jaga Relevansi Jadi Strategi Hadapi Pembelajaran Tatap Muka

Rohan Monga, CEO Zenius mengatakan dengan menjadi platform yang relevan dengan penggunanya, platform edtech akan tetap digunakan, meski pandemi telah berakhir.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  04:32 WIB
Zenius Education
Zenius Education

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang pendidikan (edutech), Zenius menyebabkan menjaga relevansi adalah strategi yang akan diterapkan untuk menjaga basis pengguna saat pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan.

Rohan Monga, CEO Zenius mengatakan dengan menjadi platform yang relevan dengan penggunanya, platform edtech akan tetap digunakan, meski pandemi telah berakhir. 

“Sebagai AI-first edtech company, Zenius akan menekankan pada personalized learning. Kami sudah memiliki beberapa strategi dan akan meluncurkan produk baru dan beberapa fitur baru di platform Zenius," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (24/3/2021).

Namun, saat ditanyakan produk yang akan dikeluarkan Rohan belum bisa berbicara lebih jauh mengenai produk dan fitur baru tersebut. 

"Yang pasti, ketika pembelajaran tatap muka dilaksanakan, kami akan menawarkan sesuatu yang seru bagi para siswa di Indonesia,” katanya

Adapun, Rohan mengatakan bahwa perusahaan juga akan bergerak dari sisi kolaborasi, di mana perusahaan akan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami tetap optimis dengan pertumbuhan pasar edutech di Indonesia, karena kami tidak menganggap platform kami sebagai pengganti pembelajaran luring, tetapi sebagai pelengkap pembelajaran,” katanya.

Dia melanjutkan, optimisme perusahaan dapat dilihat dari tingkat retensi yang mencapai 90 persen di segmen live class mereka. Rohan meyakini bila perusahaan memposisikan diri sebagai mitra belajar yang relevan dan dapat diandalkan. Relevansi ini yang akan menjadi salah satu faktor pertumbuhan mereka di masa mendatang.

“Misi kami adalah untuk membawa kompetensi Indonesia ke tingkat global. Oleh karena itu, kami berfokus membantu siswa untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka daripada menghafal,” kata Rohan

Sementara itu, menurut data Holoniq, platform pengumpul data startup edutech global, kapitalisasi pasar edutech Asia Tenggara mencapai US$480 juta (sekitar Rp6,82 triliun) dalam kurun 2015—2020.

Adapun, putaran pendanaan terbesar dipegang oleh Ruangguru dengan capaian US$150 juta (Rp2,1 triliun) atau sepertiga dari kapitalisasi sektor edutech di Asia Tenggara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top