Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tower Bersama (TBIG) Bisa Rugi Gara-Gara WiFi di MRT

PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. sebagai mitra telekomunikasi MRT Jakarta dinilai bisa mengalami kerugian terkait dengan pemasangan WiFi.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  09:06 WIB
Penumpang berada di dalam kereta MRT di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Penumpang berada di dalam kereta MRT di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pemasangan WiFi di 13 area concourse stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dinilai berisiko mengganggu investasi yang telah digelontorkan mitra telekomunikasinya, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. (TBIG).

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB Ian Yosef M. Edward mengatakan pemasangan WiFi berisiko mengganggu bisnis TBIG selaku penyedia infrastruktur pasif di wilayah MRT Jakarta.

Kehadiran WiFi dikhawatirkan akan membuat operator yang awalnya menyewa infrastruktur pasif dari TBIG, menjadi hengkang karena sudah terdapat jaringan yang melayani para pelanggan, minimal di stasiun MRT.

“Bisa mengganggu bisnisnya [mitra telekomunikasi MRT] pasang WiFi, karena teknologi WiFi memiliki bandwidth yang lumayan sekitar 50 MHz di 2,4 GHz. Tidak ada operator yang memiliki bandiwidth sebesar itu,” kata Ian kepada Bisnis.com, Kamis (18/3/2021).

Ian menambahkan dengan pengaturan WiFi yang tepat, kualitas yang diberikan akan luar biasa sehingga memanjakan pengguna MRT. Hakikatnya, pihak MRT juga dapat menggelar WiFi di sepanjang jalur yang dilewati oleh Ratangga, sebutan untuk kereta MRT.

Ratangga berbeda dengan kereta cepat Jakarta-Bandung yang melaju super kilat. Ratangga memiliki kecepatan yang relatif lebih lambat sehingga penggunaan WiFi tidak akan mengganggu sistem operasional, demikian juga dari sisi spektrum frekuensi.

“Sebenarnya sepanjang perjalanan bisa menggunakan WiFi, selama dikasih filter bagus tidak ganggu frekuensi. Operator paling dekat dengan frekuensi WiFi ada di 2,3 GHz, masih jauh,” kata Ian.

Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William P. Sabandar mengungkapkan pemasangan WiFi berkaitan dengan putusnya hubungan kerja sama antara MRT Jakarta dengan PT XL Axiata Tbk. per 4 Maret 2021. MRT berusaha agar pengguna tetap dapat terhubung dengan internet dan dapat melakukan aktivitas digital.

“Kami menyadari pihak yang paling terdampak atas kejadian ini adalah pengguna MRT Jakarta dan kami meminta maaf kepada pengguna setia MRT Jakarta atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata William.

Dia mengatakan MRT Jakarta melalui mitra penyedia dan pengelola infrastruktur telekomunikasi selalu terbuka untuk bekerja sama dengan operator manapun, termasuk PT XL Axiata Tbk. dalam rangka memberikan layanan telekomunikasi kepada seluruh pengguna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt telekomunikasi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top