Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terjawab! Biaya Produksi Kuota Internet Ditaksir Cuma Segini

Akademisi memprediksi biaya produksi per GB yang dikeluarkan operator seluler untuk menyediakan kuota internet bagi penggunanya.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  00:47 WIB
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA – Biaya produksi yang harus dikeluarkan operator untuk kuota internet diprediksi mencapai Rp4.000 per GB. Angka tersebut diharapkan bisa menjadi acuan pemerintah untuk program subsidi kuota internet pelajar pada 2021.

Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Muhammad Ridwan Effendi mengatakan pada awal pandemi Covid-19 dirinya sempat melakukan perhitungan terhadap biaya produksi kuota internet operator secara umum. Alhasil diketahui, nilai yang harus dikeluarkan operator yaitu senilai Rp4.000 per GB.

Adapun, untuk mendapatkan angka tersebut, dirinya menghitung biaya belanja modal dan operasional yang dibutuhkan untuk masa ekonomis perangkat. Jumlah tersebut nantinya dibagi dengan throughput jaringan yaitu tingkat pengiriman pesan yang berhasil melalui saluran komunikasi.

“Jadi misalkan biaya investasi ditambah opex [operating expense] untuk 10 tahun masa ekonomis adalah sekian rupiah, kemudian jaringan mampu memproduksi sekian TB/detik atau selama 10 tahun terdapat sekian TB, maka ongkos produksi adalah ongkos dibagi dengan jumlah TB/Tbsp yang dihasilkan,” kata Ridwan kepada Bisnis.com, Kamis (25/2/2021).

Meski demikian, kata Ridwan, seandainya pemerintah mau membayar senilai Rp2.750/GB harga tersebut sudah lebih baik dibandingkan dengan periode September–Desember 2020 yang senilai Rp1.000/GB.

“Sebagai subsidi patut disyukuri, sisanya anggaplah CSR operator,” kata Ridwan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan sulit mengetahui harga produksi per GB dari operator seluler. Mereka dinilai sangat tertutup dengan harga produksi per GB karena menyangkut rahasia bisnis. Keterlibatan operator dalam program tersebut merupakan bantuan moral yang diberikan operator di tengah pandemi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Teknologi Intformasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengatakan saat ini Kemendikbud dan operator seluler masih melakukan finalisasi perihal subsidi kuota internet 2021. Hingga saat ini, belum dapat memastikan kapan subsidi kuota internet periode Maret–Mei 2021 dapat disalurkan kepada pelajar dan tenaga pengajar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet telekomunikasi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top