Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

56 Persen Belanja Iklan Dunia Dikuasai 3 Perusahaan Asing, Bagaimana Nasib Media di Indonesia?

Butuh kerja sama yang baik antara pemilik media dengan regulator atau pemerintah, agar Google, Facebook dan Amazon tidak mendominasi di Indonesia.a
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  09:33 WIB
Lebih dari 50 persen belanja iklan dunia dikuasi oleh Google, Amazon dan Facebook. - Antara/Reuters
Lebih dari 50 persen belanja iklan dunia dikuasi oleh Google, Amazon dan Facebook. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Pers mengungkapkan 56 belanja iklan di global dikuasai oleh Google atau Alphabet, Facebook dan Amazon. 

Sementara itu, 41 persen sisanya diperebutkan oleh ribuan media massa, baik cetak, radio maupun televisi. Fenomena ini menyebabkan surplus pemusatan ekonomi yang belum pernah terjadi dalam sejarah.

Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan, penguasaan lebih dari separuh belanja iklan secara global oleh tiga perusahaan raksasa dunia telah berdampak pada industri media massa di Indonesia.

“Dewan Pers mendorong ada intervensi negara untuk membantu perusahaan pers nasional. Google dianggap sebagai perusahaan tidak lazim lagi, karena begitu besar kekuatannya begitu besar potensinya, skala leverage dan begitu besar pengaruhnya," kata Agus seperti dikutip, Selasa (9/2/2021).

Saking hebatnya, lanjut Agus, ketiga perusahaan itu dapat melakukan surveillance dan perusahaan mampu mengubah arah politik berbagai negara. Situasi ini tidak bisa dianggap enteng.

Menurut Agus, butuh kerja sama yang baik antara pemilik media dengan regulator atau pemerintah.

"Intervensi negara itu dibutuhkan, bukan untuk lawan Google dan Facebook, tapi untuk membuat Facebook dan Google itu tidak melakukan monopoli, pemusatan ekonomi yang berlebihan. Nah, dalam konteks inilah muncul dorongan publik untuk membuat regulasi hak pengelola media terkait dengan proses agregasi berita," jelasnya.

Dia memberikan tips dalam rangka menghadapi Google dan Facebook.

"Pertama, pelajari seluk beluk negosiasi dengan platform digital. Kedua, membangun soliditas di antara pengelola media dan ketiga, berdialog dengan platform digital pelajari regulasi yang telah ada," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google facebook iklan belanja iklan
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top