Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kanal YouTube Milik Donald Trump Masih Diblokir

Pemblokiran dilakukan untuk menghindari terjadinya kekerasan akibat unggahan akun tersebut. Kanal milik Trump diblokir sejak 12 Januari 2021 karena dianggap memicu kekerasan di Capitol pada 6 Januari 2021.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  16:44 WIB
Logo Video Youtube
Logo Video Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Pemblokiran kanal YouTube milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Melansir Cnet pada Rabu (27/1/2021), pemblokiran dilakukan untuk menghindari terjadinya kekerasan akibat unggahan akun tersebut. Kanal milik Trump diblokir sejak 12 Januari 2021 karena dianggap memicu kekerasan di Capitol pada 6 Januari 2021.

"Karena kami khawatir terhadap potensi terjadinya kekerasan, kanal Donald J. Trump akan tetap ditangguhkan. Tim kami tetap waspada dan memantau erat perkembangan terkini," kata juru bicara YouTube.

Kali ini merupakan kali kedua bagi YouTube memperpanjang pemblokiran terhadap kanal milik Trump. Pekan lalu, platform berbagi video itu sudah mengumumkan hal tersebut kepada publik.

Platform media sosial bertindak keras terhadap akun milik Trump sejak kerusuhan di Capitol, Twitter secara permanen melarang Trump menggunakan akun tersebut.

Sementara jejaring sosial milik Facebook memblokir akun Trump untuk waktu yang tidak terbatas.

Raksasa media sosial itu akan membiarkan dewan pengawas independen untuk memutuskan apakah akun Facebook Trump akan kembali diaktifkan atau tidak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

youtube Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top