Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Optimistis 5G Bisa Digelar Tahun Ini

Kementerian Komunikasi dan Informatika membatalkan proses hasil seleksi penggunaan pita frekuensi radio 2,3GHz yang rencananya dapat dipakai untuk menggelar layanan 5G.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 24 Januari 2021  |  15:10 WIB
Seorang wanita mengoperasikan ponselnya di dekat logo teknologi 5G. - REUTERS/Sergio Perez
Seorang wanita mengoperasikan ponselnya di dekat logo teknologi 5G. - REUTERS/Sergio Perez

Bisnis.com, JAKARTA – Operator selular yang lolos seleksi lelang frekuensi 2,3 Ghz, yakni Smartfren, Telkomsel dan Tri (3 Indonesia) menyebutkan masih optimis 5G bisa digelar pada tahun ini.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan telah membatalkan proses hasil seleksi penggunaan pita frekuensi radio 2,3GHz yang rencananya dapat dipakai untuk menggelar layanan 5G.

Kemenkominfo beralasan dihentikannya proses seleksi ini sebagai langkah kehati-hatian dan kecermatan untuk menyelaraskan setiap bagian dengan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya PP Nomor 80 Tahun 2015.

Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) Danny Buldansyah mengatakan 5G masih bisa digelar pada tahun ini karena lelang frekuensi bukan menjadi opsi tunggal untuk menghadirkan jaringan generasi kelima tersebut.

“Harusnya masih bisa [digelar]. Pastinya, [pembatalan ini] akan ada langkah selanjutnya dari pemerintah yang masih kami tunggu, dan juga pemerintah memiliki program besar karena tentunya agar 5G bisa tergelar tahun ini butuh upaya yang besar,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (24/1/2021).

Namun, dia mengamini pembatalan lelang frekuensi memberikan arti bahwa opsi untuk menggelar 5G menjadi dipersempit, salah satunya melalui skema spectrum sharing yang merupakan turunan dari Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

“Tentunya, dibatalkannya ini opsinya menjadi lebih terbatas. Mudah-mudahan, bukan dibatalkan, tetapi akan dilakukan lelang dan seleksi ulang. Intinya kami masih optimis, barangkali pemerintah ada kajian ulang, mengenai proses pelaksanaannya sehingga setelah evaluasi dilanjutkan kembali proses lelangnya,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menyatakan perseroan menghormati keputusan pemerintah dan akan sepenuhnya mematuhi proses yang ditetapkan.

Namun, dia melanjutkan bahwa Telkomsel akan tetap konsisten melanjutkan roadmap pengembangan jaringan, termasuk 5G.

“Adapun, sesuai dengan komitmen Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, kami tetap konsisten melanjutkan peran sebagai digital connectivity enabler dengan melanjutkan roadmap pengembangan jaringan broadband berteknologi terdepan,” katanya.

Setali tiga uang, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan perusahaan akan mengikuti proses selanjutnya yang akan diatur pemerintah lebih lanjut.

"Keputusannya memang seperti itu. Kami akan koordinasi lebih lanjut dengan kominfo apa proses selanjutnya. Kemudian, kami akan pelajari proses selanjutnya yang rencananya tidak akan memakan waktu terlalu lama,” ujarnya.

Merza melanjutkan Smartfren masih memiliki optimisme penggelaran 5G masih aman untuk digelar pada tahun ini.

“Ya, kami berharap demikian [bisa digelar tahun ini. Jadi, kami akan ikuti proses selanjutnya,” kata Merza.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo operator telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top