Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Bekerja di Rumah, Cisco: Keamanan Siber Wajib Diutamakan

Cisco menilai tren bekerja di rumah membuat keamanan siber menjadi peran penting yang harus diperhatikan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  15:37 WIB
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi penunjang internet, Cisco mencatatkan budaya kerja dari rumah tidak akan dengan mudah hilang pasca pandemi Covid-19.

Berdasarkan risetnya yang berjudul Future of Secure Remote Work menyebutkan lebih dari dua pertiga atau 62 persen perusahaan di dunia melakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu.

“Angka ini meningkat drastis dari masa sebelum pandemi yang hanya berkisar di 19 persen,” tulis laporan tersebut yang dikutip, Selasa (19/1/2021).

Namun, dari laporan tersebut melanjutkan yang memprihatinkan adalah hanya kurang dari setengah responden yang mengaku telah memiliki infrastruktur keamanan siber yang memadai. Adapun, 53 persen merasa cukup siap dan 6 persen mengatakan bahwa infrastruktur keamanan siber mereka belum siap mengadopsi budaya kerja WFH.

Alhasil, tidak heran jika hal ini sejalan dengan meningkatnya ancaman siber yang terjadi di masa pandemi, di mana 61 persen perusahaan di dunia mengaku mengalami lonjakan ancaman siber sebesar 25 persen atau lebih sejak awal masa pandemi.

Selain itu, masih dalam laporan yang sama tidak sedikit karyawan yang terpaksa mengakses data perusahan menggunakan perlengkapan dan perangkat pribadi. Hal ini menjadi titik buta bagi tim keamanan siber perusahaan karena perlengkapan dan perangkat pribadi lebih sulit untuk dimonitor.

Adapun, 62 persen perusahaan dunia merasakan hal ini dan tuntutan tersebut menjadi tekanan yang sangat tinggi bagi praktisi IT. Hasilnya, banyak praktisi IT yang harus rela bekerja lebih lama atau lembur untuk memastikan itu semua.

Sementara itu, 85 persen pemegang keputusan IT mengatakan bahwa keamanan siber kini menjadi hal urgensi bagi perusahaan dan dua pertiga darinya mengatakan bahwa hal ini mengakibatkan perusahaan mau tidak mau harus meningkatkan anggaran mereka untuk memperkuat infrastruktur keamanan siber mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi serangan siber
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top